11 Kesepakatan Dihasilkan Dari Kunjungan Raja Salman Ke Indonesia


Indonesia merupakan mitra yang sangat strategis dengan Arab Saudi, selain mempunyai kedekatan religius sebagai negara mayoritas muslim, kedua negara juga mempunyai kedekatan historis.

Secara historis dan religius, hubungan bilateral Indonesia dan Arab Saudi dapat terjalin dengan baik karena dilandasi oleh berbagai persamaan kepentingan dan budaya. Selain itu, Arab Saudi juga tercatat sebagai salah satu negara yang sangat mendukung kemerdekaan Indonesia.

Bahkan saat Indonesia masih dijajah Belanda, ulama-ulama Arab Saudi banyak memberikan inspirasi kepada para ulama dan kaum cendekia Indonesia untuk meraih kemerdekaan.

Hubungan baik Indonesia-Arab Saudi tersebut terjalin dengan erat pada pemerintahan Presiden Soekarno dan Raja Faisal bin Abdul Azis. Hingga pucaknya pada tahun 1970 Raja Arab Saudi ke 3 tersebut melakukan kunjungan pertama ke Indonesia.
Keakraban antara kedua negara ini dapat dilihat dari beberapa keputusan penting yang
diambil oleh Arab Saudi saat memberikan dukungan penuh terhadap Indonesia dalam forum-forum resmi Internasional.

Terlebih lagi, kedua negara tersebut merupakan negara anggota G 20.

Sebagai anggota G 20 kedua negara merupakan negara yang mempunyain pertumbuhan pesat

Jadi kerjasama bilateral antara kedua negara dapat dimanfaatkan sebagai bentuk untuk mengelola potensi kedua negara secara maksimal.

Pada saat kunjungan Presiden Jokowi ke Arab Saudi pada tahun 2015 silam, Presiden Jokowi mendapatkan sambutan hangat dari Pemerintah Arab Saudi.

Sambutan tersebut menandakan kedekatan hubungan kedua negara. Bahkan pada kunjungan tersebut, Presiden Joko Widodo juga menerima penghargaan King Abdulaziz Medal di Istana Al Salam Diwam Maliki.

Pemberian penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi yang luar biasa dari Kerajaan Arab Saudi kepada Presiden dan Pemerintah Republik Indonesia. Karena King Abdulaziz Medal merupakan Order of Merit tertinggi bagi pemimpin negara sahabat. Selain itu, kunjungan kenegaraan ini memberikan sinyal positif perkembangan kedua negara untuk saling meningkatkan kerja sama di berbagai sektor.

Dalam hal ini, Pemerintah Indonesia-Arab Saudi telah memiliki kerangka kerja sama dalam bentuk Sidang Komisi Bersama yang terbentuk sejak 1982 untuk memperkuat hubungan bilateral dalam berbagai area termasuk kerja sama perdagangan dan investasi.
Hal itulah, yang membuat Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud akhirnya melakukan kunjungan balik ke Indonesia pada 1 Maret 2017.

Kunjungan ini merupakan kunjungan bersejarah karena ini merupakan kunjungan kali pertama setelah 47 tahun silam, kunjungan Raja Arab Saudi Ke Indonesia.

Terlebih lagi, Raja Salman bahkan melakukan kunjungannya ke Indonesia dengan jangka waktu yang cukup lama yaitu dari 1 Maret hingga 9 Maret.

Hal itu menandakan bahwa hubungan bilateral kedua negara sekarang menjadi semakin baik.

Hal itulah yang menjadikan kedua negara menjalin kesepakatan dalam hubungan bilateralnya.

Berikut 11 kesepakatan yang terjalin antara Indonesia dan Arab Saudi:
1. Deklarasi pemerintah perihal peningkatan pimpinan sidang komisi bersama ditandatangani Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi dan Menteri Luar Negeri Arab Saudi.
2. Nota kesepahaman mengenai kontribusi pendanaan Arab Saudi dengan pembiayaan proyek pembangunan antara Saudi Fund Development dan Pemerintah Republik Indonesia ditandatangani Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Wakil Direktur Saudi Fund.
3. Nota kesepahaman kerja sama kebudayaan antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dan Kementerian Kebudayaan dan Informasi Kerajaan Arab Saudi ditandatangani Mendikbud Muhadjir Effendy dan pihak Saudi.
4. Program kerjasama antara Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia dan Otoritas Usaha Kecil dan Menengah Kerajaan Arab Saudi mengenai pengembangan usaha kecil dan menengah ditandatangani Menkop Puspayoga dan pihak Saudi.
5. Nota kesepahamaan antara Kementerian Kesehatan RI dan Kementerian Kesehatan Arab Saudi di bidang kerja sama kesehatan ditandatangani Menkes Nila Moeloek dan pihak Saudi.
6. Nota kesepahaman otoritas aeronautika Republik Indonesia dan otoritas Arab Saudi ditandatangani Menhub Budi Karya dan pihak Saudi.
7. Program kerja sama antara Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi dan Kementerian Pendidikan Arab Saudi dalam bidang kerja sama saintifik dan pendidikan
tinggi ditandatangani Menristek Dikti Muhammad Nasir dan Menteri Pendidikan Arab Saudi.
8. Nota kesepahaman antara Kementerian Agama RI dan Kementerian Urusan Islam Dakwah dan Bimbingan Kerajaan Arab Saudi di bidang urusan Islam.
9. Nota kesepahaman pemerintah Indonesia dan Arab Saudi di bidang kerja sama kelautan dan perikanan ditandatangani Menteri Kelautan Susi Pudjiastuti dan pihak Arab Saudi.
10. Program kerja sama perdagangan antara Kementerian Perdagangan RI dengan Kementerian Perdagangan dan Investasi Kerajaan Saudi ditandatangani oleh Mendag Enggartiasto Lukito dan Kemendag Saudi.
11. Kerja sama di bidang penanganan kejahatan antar negara (transnational crime) antara Indonesia dan Arab Saudi yang ditandatangani oleh Jenderal Tito Karnavian dan kepala. kepolisian Arab Saudi.

Dengan ditanda-tanganinya 11 kesepakatan tersebut diharapkan kerja sama antara Indonesia dan Arab Saudi akan semakin meningkat.

Sehingga dapat meningkatkan bukan hanya perekonomian Indonesia, namun teknologi, pendidikan, keamanan, maritim, dll.

Previous Ketika Raja Salman Bertemu Keturunan Soekarno...
Next Agenda Raja Salman, Bertemu Tokoh Lintas Agama sampai Belanja