TNI AU Disiagakan Dan Kemenlu Terus Pantau Situasi Terkait Memanasnya Situasi Semenanjung Korea


Pekanbaru – Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyinggung situasi memanasnya semenanjung Korea, saat berkunjung ke Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Provinsi Riau, Kamis (27/4).

“Jelas ada (hubungan dengan memanasnya semenanjung Korea). Karena beliau juga menyinggung,” ujar Komandan Lanud Roesmin Nurjadin, Marsekal Pertama Henri Alfiandi di Pekanbaru.

Selain melakukan kunjungan ke Lanud Roesmin Nurjadin, Panglima juga dijadwalkan mengunjungi Lanud Supadio Pontianak, Lanud Sultan Hasanuddin Makassar dan Lanud Iswahyudi Madiun. Seluruh rangkaian kunjungan itu rencananya dilakukan hari ini.

Marsma Henri mengatakan Panglima menginginkan agar seluruh prajurit TNI untuk selalu siap terkait ketegangan antara Washington dan Pyongyang dalam beberapa pekan terakhir.

“Kalau dikaitkan (situasi semenanjung Korea) tentu pasti. Mudah-mudahan kita juga tidak ingin ada konflik besar, karena ini menyangkut ekonomi kita juga,” ujarnya.

Khusus di Lanud Roesmin Nurjadin, Panglima menginginkan agar seluruh penerbang pesawat tempur Skadron Udara 12 dan 16 siaga 24 jam. Salah satunya dengan meningkatkan fasilitas penunjang bagi penerbang berupa ruang istirahat, sehingga prajurit merasa nyaman untuk “standy scramble alert”.

Panglima juga mendorong penambahan panjang landasan pacu Lanud Roesmin Nurjadin sehingga pesawat tempur dapat beroperasi secara maksimal.

Lanud Roesmin Nurjadin merupakan satu-satunya pangkalan militer yang dilengkapi dengan dua Skadron Udara di Pulau Sumatera, yakni Skadron 16 dan 12. Hingga kini, F16 Fighting Falcon dan Hawk 100/200 masih menjadi tulang punggung TNI AU sebagai pengawal Ibu Pertiwi.

Sementara dikesempatan yang berbeda, Kementerian Luar Negeri mengatakan bahwa pihaknya belum akan melakukan evakuasi WNI terkait memanasnya situasi Semenanjung Korea.

“Kami tidak ingin terjadi peningkatan ketegangan di Semenanjung Korea. Sejauh ini belum ada rencana evakuasi warga negara Indonesia,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri, Arrmanatha Nasir, saat jumpa pers di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (27/4).

Menurut Arrmanatha, ada sekitar 38 ribu WNI yang kini berada di Korea Selatan, dan ada sedikitnya 40 WNI di kawasan Korea Utara. Dia memastikan pemerintah Indonesia terus memantau perkembangan situasi.

Pemerintah berupaya terus untuk meningkatkan pengamanan wilayah terkait memanasnya situasi Semenanjung Korea.

Selain itu, pemantauan terhadap situasi tersebut juga dilakukan agar nantinya, jika situasi tetap memanas dan berpotensi konflik, Kemlu dapat langsung mengevakuasi WNI.

Jadi diharapkan agar masyarakat tidak takut terhadap situasi Semenanjung Korea yang makin memanas.

Previous Menteri KKP : Pengoperasian cantrang berpotensi mengganggu dan merusak ekosistem laut
Next Panglima TNI: Indonesia siaga menyusul memanasnya situasi keamanan di semenanjung Korea