6 Juta Orang Akan Terima Bantuan Non Tunai PKH


6 juta orang akan menerima Program Keluarga Harapan (PKH) hingga Juni mendatang. Nantinya, mereka akan menerima bantuan sosial secara non tunai dari pemerintah.

Hal itu diungkapkan oleh Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saat memantau proses pencairan tahap pertama PKH Non Tunai untuk Kabupaten Sleman di Pendopo Kabupaten Sleman, Sabtu (22/4).

Saat ini, dia mengatakan bahwa sudah 3 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH telah menerima bansos non tunai.

“KPM PKH sudah bisa mengambil uang bansos menggunakan buku tabugan atau ┬áKartu Keluarga Sejahtera (KKS) di agen bank dan e-warong,” ujarnya.

Jelasnya, bahwa sistem penyaluran tersebut secara nontunai menggunakan KKS, bansos dan subsidi akan langsung disalurkan ke rekening penerima manfaat.

“KKS ini dilengkapi dengan fitur saving account dan e-wallet dimana satu kartu dapat digunakan untuk berbagai program bansos dan subsidi. Seperti PKH, Bantuan Pangan, elpiji, listrik dan sebagainya,” ungkap Khofifah.

Lanjunya, bahwa tahap kedua bansos PKH akan dicairkan, pada Juni mendatang. Tahap kedua tersebut akan cair menjelang lebaran. Besarannya masih sama dengan tahap pertama yakni Rp 500 ribu.

Perlu diketahui, bansos untuk Sleman total nilainya mencapai Rp 188.080.914.400. Rinciannya untuk PKH non tunai Rp 95.240.880.000 untuk 50.392 keluarga.

Sementara, bantuan Beras Sejahtera (Rastra) sebesar Rp 91.258.034.400 untuk 66.534 keluarga. Bantuan Sosial Disabilitas sebesar Rp 702.000.000 untuk 234 jiwa, dan Bantuan Sosial Lanjut Usia sebesar Rp 880.000.000 untuk 440 jiwa.

Bantuan tersebut dilakukan agar masyarakat dapat terbantu dalam memenuhi kebutuhan ekonominya.

Selain itu, bantuan fitur elektronik tersebut digunakan agar bantuan yang disalurkan dapat terlacak dan tercatat. Sehingga nantinya akan lebih susah untuk dicurangi baik dalam proses pemberiannya, maupun ketika dipakai oleh penggunaannya.

Previous Sejumlah Elemen Masyarakat Gelar Aksi Minta Penolakan Dan Pembubaran HTI
Next Kepolisian Selidiki Penembakan Timika, Masyarakat Diharap Tidak Terprovokasi