Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player for other than IE.

Get Adobe Flash player

 

Minggu, 24 July 2011 | 12:51 WIB

Pemerintah Alokasikan Rp8,69 Miliar Untuk Pengembangan Koperasi

Semarang, Pemerintah Pusat memberi bantuan sebesar Rp8,69 miliar untuk penguatan dan pengambangan koperasi di Jawa Tengah, dengan dana dari APBN sebesar Rp5,05 miliar dan dana APBD Provinsi Rp3,64 miliar.

Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo, di Ambarawa, Minggu (24/7/2011) menyerahkan secara simbolis bantuan tersebut dalam peringatan Hari Koperasi Ke-64 tingkat Jawa Tengah di lapangan Panglima Besar Jendral Sudirman, Ambarawa.

Koperasi yang menerima bantuan antara lain koperasi "Rejeki Makmur" Desa Jetis, Bandungan, yang memperoleh peralatan pegembangan produk unggulan bunga krisan senilai Rp104 juta, koperasi produk unggulan kopi (KPUK) "Bambu Runcing" Temanggung senilai Rp404 juta, koperasi "Agrika" Kabupaten Karanganyar yang mendapat bantuan peralatan pengembangan beras organik senilai Rp245 juta, dan koperasi "Sari Mina" Kabupaten Demak senilai Rp562 juta berupa peralatan pengembangan ikan asap.

Diserahkan pula secara simbolis bantuan permodalan lewat progam kredit usaha rakyat dari enam lembaga perbankan kepada berbagai unit usaha kecil senilai Rp660 juta.

Gubernur menegaskan bahwa koperasi merupakan bentuk usaha berbasis kemasyarakatan yang paling cocok dikembangkan di tanah air karena tahan terhadap tekanan krisis ekonomi global dan mengutamakan kepentingan bersama para anggotanya.

"Dibutuhkan komitmen bersama antara pengurus dan anggota koperasi agar mampu mensejahterakan anggota di dalamnya," katanya.

Ia mengimbau kepada para pengurus koperasi agar senantiasa pintar, menyempatkan waktu, dan tidak melenceng dari aturan saat mengurus usaha koperasi.

"Selain itu koperasi yang telah memiliki badan hukum hendaknya merangkul usaha kecil dan menengah agar mampu berkembang bersama," katanya.

Saat ini, menurutnya, ada kurang lebih satu juta UKM di Jawa Tengah yang memerlukan dukungan dan kerja sama pihak terkait untuk mengembangkan usahanya.

"Lewat koperasi, maka diharapkan dapat menciptakan sinergi usaha membuka peluang pengembangan pasar produk UKM," katanya.

Bupati Semarang, Mundjirin, mengatakan saat ini terdapat 637 koperasi dan kurang lebih 800 pra koperasi terus berkembang.

"Bantuan berupa permodalan dan pelatihan tenis pengembangan usaha koperasi terus dilakukan untuk memperkuat usaha ekonomi berbasis kerakyatan," katanya.(ANT/AK).

Telah dibaca 791 kali

 
Nama
Email
Komentar
 
.: | Home | buletin News | buletin Bisnis | buletin Hukum | buletin Politik | Luar Negeri | Sosial Budaya | buletin Daerah | Forum | :.
.: | Iklan baris | buletin Kolom | Karir | buletintaiment | Buletin Tokoh | :.
.: | Surat Pembaca | Redaksi | Tarif Iklan | Index | :.
Allright Reserved by buletininfo.com 2010
 
Ideas and Concept by IPORZ