Aksi 1805, Civitas Akademika diharapkan dapat berdialog damai dalam menyampaikan aspirasinya


Jakarta, BuletinInfo – Dosen dan tenaga kependidikan yang tergabung dalam Ikatan Lintas Pegawai Pergutruan Tinggi Negeri Baru (ILP-PTNB) akan menggelar aksi pada Kamis (18/5) besok dengan tujuan untuk menyuarakan tuntutan diangkat sebagai pegawai negeri sipil (PNS).

Status dosen dan tenaga kependidikan seluruh PTNB bukan lagi pegawai yayasan namun juga bukan PNS. Hal ini membawa konsekuensi yang cukup serius, bagi pengembangan karir dan kesejahteraan.

Sebagai Civitas Akademika diharapkan agar penyampaian aspirasi atau pendapat dilakukan dengan cara berdialog agar tidak mengganggu ketertiban umum.  Akademisi, harus mampu menunjukkan diri sebagai civitas yang bermartabat dan bermoral dengan menyampaikam aspirasi secara damai  dan menahan diri untuk tidak  melakukan tindakan anarkis.

Dalam melaksanakan aksi hendaknya berhati-hati terhadap hal-hal yang dapat menjadi pemicu terjadinya demo yang sangat jelas dapat menimbulkan kericuhan yakni adanya provokasi dari pihak lain, adanya ketidakpuasan karena sudah menempuh berbagai cara dalam mengeluarkan aspirasi atau adanya penyusup.

Oleh karena itu agar dapat saling mengawasi dan menjaga selama menyampaikan aspirasi sehingga menunjukkan jati diri sebagai orang yang berpendidikan. Sikap dan cara berdemo yang mengedepankan dialog patut dijunjung tinggi dan dipertahankan oleh para civitas akademika. Sikap ini menunjukkan martabat dan moral bangsa yang tinggi dan berpendidikan.

Komunikasi yang paling baik adalah berdialog. Tindakan kekerasan dalam berkomunikasi merupakan komunikasi yang kurang baik karena inti dari aspirasi tidak akan tersampaikan.

Pemerintah mengatakan bahwa kegiatan unjuk rasa tidak dilarang karena merupakan kebebasan berpendapat. Pemerintah sendiri mengatakan bahwa kegiatan menyampaikan pendapat telah diatur baik dalam undang-undang. Namun, tidak ada aturan yang membenarkan tindakan kekerasan atau anarkis.

Maka dari itu, sebagai warga Indonesia yang baik,  mengembangkan dialog damai demi menciptakan kemyamanan dan mempertahankan keamanan bangsa dan negara.

Previous Kapolri terkait konflik antar masyarakat : “Ini kan NKRI, harus kita pertahankan"
Next Jangan sembarangan di medsos, Mahasiswa Unpatti terkena batunya masuk bui karena menghina Islam

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *