Al-Khaththath Dkk Rencanakan Makar Di Lima Kota Besar


JAKARTA – Ketua Umum Pengurus Pusat Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) Usamah Hisyam merasa tidak yakin bahwa Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Muhammad al-Khaththath akan melakukan makar atau revolusi. Meskipun, polisi mengklaim sudah mempunyai bukti dokumen revolusi atau temuan dana aliran dana Rp 3 miliar.

“Saya sama sekali tidak yakin ya, Ustaz al-Khaththath punya niatan untuk melakukan revolusi menggulingkan presiden, karena apa, karena seorang ulama, seorang ustaz, seorang kiai itu enggak punya senjata,” ujarnya, Selasa (4/4).

Penangkapan dari al-Khaththath sebetulnya sudah melalui penyelidikan yang menyeluruh. Menurut Polda Metro Jaya Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Gatot Saptono alias Muhammad Al-Khaththath dan empat orang pelaku lainnya terkait pemufakatan makar diduga merencanakan aksi makar di lima kota besar setelah Pilkada 19 April nanti.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengungkapkan pemufakatan makar itu tidak hanya akan dilakukan di Jakarta, tapi juga di empat kota besar lainnya.

“Untuk kegiatannya tidak hanya di Jakarta saja, tapi dilakukan secara serentak di lima kota. Yang pertama di Makassar, Surabaya, Yogyakarta, Bandung, dan kelima di Jakarta itu bersamaan,” terang Argo kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (4/4).

Dia mengatakan bahwa dalam pertemuan tersebut, para tersangka membicarakan perencanaan makar atau pemufakatan makar.

Mereka telah mengagendakan untuk menggulingkan pemerintahan yang sah dengan menduduki gedung DPR/MPR.

“Itu (pembicaraan dalam pertemuan) yang pertama, itu baru perencanaan,” ujarnya.

Aksi makar tersebut direncanakan akan dilakukan mereka pada saat pilkada 19 April 2017 atau sebelum bulan puasa.

“Di situ pelaksanaannya untuk melakukan kegiatan yang lebih besar,” sambungnya. “Untuk tanggal 30 dan 31 (Maret) merupakan pemanasan, itu dalam pertemuan itu agendanya seperti itu,” lanjut Argo.

Selain itu, dia mengatakan bahwa pertemuan untuk membahas agenda makar itu dilaksanakan di dua tempat, yakni di Kalibata, Jakarta Selatan, dan di Menteng, Jakpus. Polisi sendiri telah menggelar prarekonstruksi terkait kasus ini pada Senin (3/4).

Seperti yang diketahui bahwa al-Khaththath pernah menjabat Ketum DPP Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) periode 2002-2004, yang merupakan organisasi penolak demokrasi, bahkan kerap menggelorakan pendirian khilafah di Indonesia.

Previous Khilafah Adalah Sebuah Ancaman, Berikut Daftar Negara Yang Melarang Keberadaannya
Next Kisruh DPD didalam sidang seperti "Kanak-Kanak"