Al Khaththath Tidak Mau Tanda Tangan Surat Penyidikan, Bukti Tidak Kooperatif


Sekjen Forum Ulama Indonesia (FUI) Al Khaththath menolak menandatangani surat penangkapan dalam kasus dugaan aksi makar.

Hal itu diungkapkan kuasa hukum dari Tim Pembela Muslim (TPM) Ahmad Michdan. Al Khaththath diamankan dari Hotel Kempinski dinihari tadi dan dibawa ke Mako Brimob Kelapa Dua Depok.

“Tadi di dalam penyidik bilang memiliki dua alat bukti, apa saja? tidak disebutkan. Namun hingga saat ini ustaz (Al Khaththath) tidak bersedia menandatangani surat penangkapan,” katanya, Jumat (31/3).

Sebelumnya, dirinya sempat menanyakan soal penahanan Al Khaththath pada penyidik. Dia disangkakan pasal 107 soal makar.

“Tadi saya tanya, diperiksa konteksnya apa? Katanya sebagai tersangka,” tukasnya.

Dari penuturan penyidik sudah ada dua alat bukti sehingga Al Khaththath dijadikan tersangka. Sejauh ini Al Khaththath baru menjawab sekitar 10 pertanyaan.

“Seputar kegiatan beliau. Ustaz menyatakan hanya ingin melaksanakan demo sebagai penanggung jawab, tidak pernah berniat makar,” tegasnya.

Penolakan tandatangan surat penangkapan tersebut menunjukkan bahwa sikap Al Khaththath yang tidak patuh hukum.

Dia dinilai tidak kooperarif pada waktu penyidikan kasus tersebut.

Padahal saat ini tim penyedik sudah mengantongi dua barang bukti terkait dugaan makar yang akan dilakukannnya.

Seharusnya jika dia memang tidak merasa bersalah, dirimya harusnya lebih kooperatif dalam penyidikan tersebut.

Sebelumnya, diketahui juga bahwa Al Khaththath aktif sebagai pimpinan Hizbut Tahrir Indonesia.

Previous Pemerintah Upayakan Berbagai Program Untuk Tangani Banjir Di Bandung
Next OK OCE Mart Sandiaga bentuk pengembangan ekonomi Kapitalis bukan untuk rakyat kecil

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *