Ancaman Revolusi Rizieq Shihab Buktikan Dirinya Rela Korbankan Umat Untuk Selamatkan Dirinya Sendiri


Jakarta – Rizieq Shihab saat ini sedang berada di Arab Saudi untuk menghindari jeratan hukum akibat kasus chat WA mesum yang melibatkan dirinya dan Firza Husein.

Larinya Rizieq ke Arab Saudi tersebut menjadikan dirinya sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) kepolisian.

Bukan hanya melarikan diri dari jeratan hukum saja, namun sekarang Rizieq juga mengancam akan melakukan revolusi jika tawaran rekonsiliasinya tidak dipedulikan pemerintah.

Bahkan, dia mengancam akan melakukan jihad dan menggulingkan pemerintahan Presiden Joko Widodo.

“Jika rekonsiliasi gagal, jihad konstitusional untuk revolusi damai. Ganti rezim pelindung penista agama dan pelanggar konstitusi negara,” kata Habib Rizieq.

Tindakan Rizieq Shihab ini menunjukkan bahwa dirinya tidak mau menghormati hukum yang berlaku di Indonesia. Padahal, Rizieq Shihab sebagai warga negara Indonesia memiliki kewajiban untuk menaati peraturan dan undang-undang yang berlaku.

Jadi tindakan Rizieq Shihab tersebut, seakan-akan menggambarkan bahwa dirinya adalah sosok yang kebal hukum.

Seharusnya sebagai seorang ulama dan contoh menunjukkan sikap yang patuh hukum.

Jika dia yang mengaku ulama malah menunjukkan sikap yang tidak patuh hukum, hal ini akan menjadi contoh yang buruk bagi umat.

Terlebih lagi, malah memprovokasi umat untuk melakukan makar. Provokasi tersebut seakan-akan menunjukkan bahwa dirinya rela memecah-belah dan mengorbankan umat dan pengikutnya hanya untuk kepentingan dirinya agar terbebas jeratan hukum.

Seruan jihad dikeluarkan dirinya hanya untuk kepentingan dirinya sendiri, tindakan tersebut tentulah sangat arogan.

Tindakan ini menunjukkan bahwa dirinya selama ini berlindung dibalik agama untuk menyelamatkan kepentingan diri sendirinya.

Karena itulah, masyarakat jangan mau diprovokasi untuk melakukan tindakan-tindakan yang merugikan diri sendiri dan bangsa, hanya untuk kepentingan orang yang seperti ini.

Previous OPM kini dukung NKRI
Next Press Release ITB Tegaskan Menolak Paham Khilafah