Apa Bukti PDIP partai anti Islam, jangan asal fitnah, awas provokasi!!!


Jakarta, BuletinInfo – Beredar berita di sejumlah media online non mainstream bahwa PDIP merupakan partai anti Islam karena menolak Raperda Pendidikan Baca Tulis Al-Quran. Pemberitaan itu 100 persen berita fitnah karena gagal paham dengan maksud yang diinginkan oleh PDI-P. Seharusnya jangan langsung buat berita sepihak sebelum paham betul alasannya. Karena hal tersebut menimbulkan fitnah.

Dalam pemberitaan  tersebut terjadi pembiasan berita seolah PDIP membatasi penguatan ajaran Islam bagi masyarakat, padahal yang terjadi justru sebaliknya. PDIP tidak ingin pendidikan baca tulis Al Quran hanya menitik beratkan formalitas sehingga bertentangan dengan filosofis dan sosiologis kegiatan tersebut.

Yang perlu masyarakat pahami jika substansi yang terkandung dalam Raperda Pendidikan Baca Tulis Al Qur an, mengatur tentang teknis pemberian sertifikat atau ijazah Baca Tulis Al Quran dari lembaga non formal seperti Taman Pendidikan Qur an atau Taman Pendidikan Al Quran , maka akan bertentangan dengan nilai filosofis dan sosiologi dari Pendidikan Baca Tulis Al Qur an itu sendiri “dalam pelaksanaanya nanti hanya akan menitik beratkan pada formalitas”.

Oleh sebab itu Fraksi PDI Perjuangan lebih memilih untuk mengusulkan penguatan lembaga Madrasah Diniyah atau Taman Pendidikan Qur an atau Taman Pendidikan Al Quran karena cakupannya akan lebih luas.

Jadi yang perlu ditekankan bahwa sebenarnya PDIP memilih untuk mengusulkan penguatan lembaga Madrasah Diniyah atau Taman Pendidikan Qur an atau Taman Pendidikan Al Quran karena cakupanya akan lebih luas. Jangan diplintir dan disalah artikan oleh akun-akun atau portal berita online non mainstream yang memberitakan hal tersebut secara tidak berimbang dan provokatif.

Hal tersebut diduga sengaja dilakukan oleh kubu lawan politik PDIP yang kembali mengangkat isu agama meskipun hal tersebut berpotensi memecah belah bangsa. Dengan begitu sama sekali tidak menunjukkan nasionalisme dan kepatuhan pada ideologi bangsa melainkan provokasi untuk mengadudomba dan memecah belah bangsa.

(HA)

 

Previous Presiden Jokowi bertolak ke Istanbul untuk satukan suara negara-negara OKI bela Palestina
Next Siti Musadah Mulia: Cegah Agama Menjadi Alat Politik