Apakah Samad Dan Bambang Dikriminalisasi SBY, Seperti Antasari?


Elit PDIP dituduh terlibat dalam kriminalisasi mantan Ketua dan Wakil Ketua KPK Abraham Samad dan Bambang Widjojanto. Namun pada kenyataannya, tindakan kriminalisasi terhadap KPK biasanya dilakukan oleh Presiden ke 6 Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

SBY merupakan sosok yang menjadi mastermind dari kriminalisasi Antasari.

Bahkan Antasari sendiri sudah membuka dan menujuk SBY sebagai dalang dari kasus kriminalisasinya.

“Beliau jujur, cerita apa yang dia alami dan apa yang beliau perbuat, beliau perintahkan siapa dan siapa melakukan apa untuk merekayasa dan mengkriminalisasi Antasari,” ujar Antasari.

Antasari menduga hal itu dikarenakan dia pada saat itu memenjarakan besan SBY yaitu Aulia Pohan dalam kasus korupsi ketika dia menjabat sebagai Ketua KPK.

Motif ini sangatlah masuk akal karena disini terlihat upaya motif balas dendam SBY karena Antasari berani memenjarakan besannnya.

Selain Antasari, Anas Urbaningrum juga merasa sebagai korban kriminalisasi dan dikorbankan dalam kasus Hambalang oleh SBY.

“Mas Anas menyampaikan pesan, secara gamblang Mas Anas merasakan betul bahwa beliau, selain Antasari, sebenarnya beliau juga salah satu korban yang dikriminalisasi oleh orang yang sama,” kata loyalis Anas Urbaningrum, I Gede Pasek Suardika, yang kini sudah pindah ke Partai Hanura di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/2/2017).

Setelah muncul pernyataan dari Antasari dan Anas tersebut mungkin membuat kita bertanya-tanya, apakah ada orang lain yang menjadi korban dari kriminalisasi SBY?

Seperti yang kita ketahui bahwa banyak kader-kader Demokrat yang terlibat kasus korupsi dan ditangkap oleh KPK. Tindakan-tindakan KPK tersebut yang akhirnya mencoreng nama partai tersebut sehingga sekarang membuat stigma Partai Demokrat adalah partai koruptor.

Hal itu tentu saja membuat SBY tidak menyukai KPK, layaknya kasus Antasari, mungkin upaya kriminalisasi yang dilakukan terhadap salah satu mantan Ketua KPK Abraham Samad dan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto bisa jadi dilakukan oleh SBY.

Hal itu dikarenakan dua orang tersebut merupakan mastermind dari penangkapan-penangkapan kader-kader Demokrat dalam praktik korupsi yang pada akhirnya mencoreng nama partai tersebut. Bahkan pada saat penangkapan kader-kader Demokrat tersebut dalam kasus Hambalang, nama putra bungsu SBY Baskoro Yudhoyono atau Ibas sempat muncul dan diduga terlibat.

Sebagai Ketua dan Pendiri Partai tersebut SBY tentulah mempunyai dendam pribadi terhadap kedua orang ini karena telah merusak citra partainya. Terutama karena SBY sendiri merupakan orang yang sangat peduli terhadap pencitraan baik dirinya.

Selain itu, dua orang tersebut hampir saja menghubung-hubungkan keterlibatan dan menjebloskan anaknya ke dalam penjara.

Sebagai orang tua tentulah SBY merasa perlu untuk mengambil tindakan untuk melindungi anaknya.

Jadi sangat masuk akal jika SBY-lah yang merupakan sosok dibalik kriminalisasi dari Abraham Samad dan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto.

Tindakan itu layaknya pada kasus Antasari, dilakukan karena SBY dendam kepada dua orang tersebut dan berusaha untuk melindungi putranya sehingga membuatnya merasa perlu untuk menjebloskan kedua orang itu ke penjara.

Previous Indonesia Kaya Energi Baru Terbarukan dari Aceh Sampai Papua
Next Bicara Tentang Kriminalisasi Samad Dan Bambang, Ternyata Zainal Abidin Pengamat Bayaran