Asing Kelola Sumber Daya Alam, Mahasiswa Diam, BUMN Yang Kelola, Mahasiswa Demo


Jakarta – Aliansi BEM Seluruh Indonesia wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta menyatakan menuntut Presiden Republik Indonesia Jokowi untuk mau menerima warga kendeng yang melakukan aksi pengecoran didepan istana.

“Kami menuntut Presiden Republik Indonesia untuk menindak tegas Pencabutan Izin Lingkungan yang diterbitkan oleh Gubernur Jawa Tengah No. 660.1/6 Tahun 2017,” tegas Presiden Mahasiswa Universitas Negeri Semarang 2017 Mohamad Adib, Rabu (22/3).Selain itu, kata Koordinator BEM Seluruh Indonesia Wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, pihaknya menuntut Jokowi untuk memoratorium pembangunan pabrik semen dipegunungan kendeng.

“Kami juga menghimbau kepada mahasiswa Indonesia untuk bersikap kritis dan terus bersatu terhadap adanya upaya sewenang wenang para pimpinan yang dzalim terhadap rakyat,” bebernya.
Dikatakannya, permasalahan pendirian pabrik semen Rembang masih belum selesai. Sebab, lanjutnya, para Pimpinan Daerah yang seharusnya mampu mendengarkan suara rakyat kecil, tapi dalam kenyataan mereka seakan akan terdiam dan bisu. Sungguh ironis ketika Pimpinan Daerah yang dipilih oleh rakyatnya tidak mau untuk bertemu sekedar mendengarkan rakyatnya yang ingin menyampaikan keluh kesah mereka.

“Terakhir saudara kita dari Pegunungan Kendeng menuntut keadilan didepan istana Negara dengan melakukan aksi mengecor kedua kaki mereka dengan semen sebagai simbol dari ketidakberdayaan mereka bila pabrik semen tetap diberdirikan,” tandasnya.

Hal ini, menunjukkan bahwa mahasiswa tersebut gagal paham terhadap polemik tersebut.

Selama ini, banyak sekali perusahaan-perusahaan tambang asing yang berdiri di wilayah Indonesia, namun perusahaan tersebut tidak mendapatkan kecaman dan tidak di demo keberadaannya oleh masyarakat dan mahasiswa.

Akan tetapi, jika perusahaan BUMN seperti Pt Semen Indonesia berdiri, beberapa elemen masyarakat seakan-akan seperti kebakaran jenggot dan tidak terima.

Hal itu menandakan ada yang aneh dalam prilaku ini, prilaku ini seakan-akan menandakan ada sekelompok orang yang tidak terima jika perusahaan Indonesia atau pemerintah untuk mengelola sumber daya alamnya sendiri.

Seperti yang diketahui, bahwa aksi-aksi yang menentang keberadaan Pt Semen Indonesia tersebut diperkirakan digerakkan oleh pihak asing.

Jadi seharusnya mahasiswa sebagai orang yang berpendidikan tinggi jangan mudah untuk dimanfaatkan oleh pihak asing.

Mereka seharusnya sadar bahwa gerakan tersebut didesign agar perusahaan negara tidak dapat berkembang dan tidak dapat mengelola sumber daya alamnya sendiri.

Bukan malah mendukung, gerakan yang dimotori oleh asing.

Previous Joko Widodo: Bendungan Sei Gong sebagai Sumber Air Baku
Next Pelaku Teroris Tertangkap, Masyarakat Harus Waspada Terhadap Penyebaran Radikalisme Dan Terorisme