BBM Satu Harga Berhasil Menjangkau 22 Titik Di Wilayah 3T Indonesia


Jakarta, BuletinInfo.com – Hingga 14 Agustus 2017 tercatat BBM Satu Harga sudah berhasil menjangkau 22 titik di seluruh wilayah Indonesia. Daerah-daerah tersebut merupakan daerah 3T (terdepan, terluar dan tertinggal) yang menjadi konsen Pemerintah.

Menteri ESDM Ignasius Jonan menjelaskan, wujud realisasi BBM Satu Harga menjadi bukti dari komitmen Pemerintah menjalankan program yang sudah dicanangkan.

Presiden Joko Widodo telah mencanangkan kebijakan Bahan Bakar Minyak (BBM) Satu Harga  pada 2016 lalu. Kebijakan tersebut dilatarbelakangi oleh mahalnya harga BBM di beberapa daerah terutama di Indonesia Bagian Timur. Daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) menjadi fokus Pemerintah dalam mengimplementasikan program BBM Satu Harga.

“Kalau BBM Satu Harga itu komitmennya pasti. Bapak Presiden sudah memerintahkan saya membuat Peraturan Menteri BBM satu harga pada RON 88 (Premium) dan Solar 48,” tegas Jonan seperti dilansir laman esdm.go.id.

Laporan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) dan Pertamina, menyebutkan ada penambahan satu titik lembaga penyalur baru sehingga jumlah (BBM Satu Harga) saat ini menjadi 22 titik.

Rincian 22 titik tersebut menyasar ke Provinsi Papua sebanyak 8 titik (Kab. Puncak, Duga, Yalimo, Mamberamo Raya, Mamberamo Tengah, Tolikara, Intan Jaya, Paniai), Provinsi Papua Barat sebanyak 2 titik (Kab. Pegunungan Arafak, Sorong Selatan) serta 1 titik di Provinsi Maluku Utara (Kab. Morotai).

Sisanya, yakni 11 titik menyebar ke Kalimantan Utara (Kab. Nunukan), Sumatera Utara (Kab. Nias Selatan), Sumatera Barat (Kab. Kep. Mentawai), Jawa Tengah (Kab. Jepara), Jawa Timur (Kab. Sumenep), Nusa Tenggara Barat (Kab. Sumbawa), Nusa Tenggara Timur (Kab. Sumba Timur), Sulawesi Tenggara (Kab. Wakatobi), Kalimantan Timur (Kab. Mahakam Hulu), Kalimantan Barat (Kab. Bengkayang), dan Sulawesi Utara (Kab. Kepulauan Talaud).

Pada berbagai kesempatan Jonan mengakui kemapanan insfrastruktur merupakan tantangan tersendiri dalam merealisasikan program BBM Satu Harga di daerah 3T tersebut.

“Kendalanya itu adalah satu infrastruktur. Ada yang disalurkan melalui pesawat udara. Yang kedua itu adalah kerja sama masing-masing stakeholder di masing-masing daerah supaya membuat BBM itu harganya sama,” imbuhnya.

Sesuai peta jalan BBM Satu Harga, pemerintah menargetkan pengoperasian 150 lembaga penyalur hingga 2019, masing-masing 54 titik pada 2017, 50 titik pada 2018, dan 46 titik pada 2019.

 

Previous Penyerahan diri TPN-OPM ini disertai dengan penyerahan 12 pucuk senjata api jadi hadiah HUT RI tahun ini
Next Juru Bicara KPK : Johannes Marliem bukan merupakan saksi kunci kasus e-KTP