Berusaha Kabur Dari Jeratan Hukum, 1001 Cara Ngeles Dilakukan Rizieq Shihab


Rizieq Shihab dan pendukungnya menggunakan berbagai macam cara agar dirinya dapat keluar dari jeratan hukum. Salah satunya cara yang sering terdengar adalah menggunakan nama Raja Arab Saudi Salman Abdul Aziz.

Mereka mengklaim bahwa Rizieq Shihab kenal dekat dengan Raja Salman dan dilindungi olehnya di Arab Saudi. Yang paling anyar, bukan hanya mengklaim dilindungi oleh Raja Salman, melainkan juga dilindungi oleh Presiden Turki Tayyip Recep Erdogan dan dimuat dalam artikel di media nasional Turki Andolu Agency.

Padahal hal itu tidaklah benar, tidak ada berita yang menyebutkan nama Rizieq Shihab dalam media tersebut, terlebih lagi ucapan bahwa Presiden Erdogan berniat melindungi dirinya. Bahkan, dapat dipastikan bahwa Presiden Erdogan dan Raja Salman sendiri sama sekali tidak kenal siapa itu Rizieq Shihab. Hal itu adalah akal-akalan Rizieq dan pendukungnya.

Pihak Rizieq Shihab dan pendukungnya juga menggelar sayembara pembuktian video mesumnya, padahal pembuktian tersebut sudah dilakukan pihak penyidik kepolisian beserta saksi ahli. Bahkan, saksi ahli sudah mengatakan bahwa dari bentuk muka dan tubuh dapat dipastikan bahwa wanita yang telanjang tersebut adalah Firza Husein.

Yang paling parah, Rizieq Shihab dan kelompoknya ketika hoax yang mereka sebarkan tidak berhasil, malah mengancam menutup bandara. Hal ini tentulah merupakan bentuk premanisme yang harus ditindak. Sudah salah, malah mengancam untuk melakukan penutupan bandara, bukan mengakui kesalahannya dan gentleman mengikuti prosedur hukum.

Bukan hanya itu, setelah ancaman menutup bandara, mereka bahkan mengancam untuk membawa masalah ini ke dewan HAM PBB. Padahal selama ini, Rizieq Shihab dan kelompoknya selalu menghina dan mencaci HAM dan PBB. Dia bahkan pernah mengatakan bahwa PBB adalah Perserikatan Bangsat-Bangsat.

Terlebih lagi, dewan HAM PBB adalah badan yang mengurusi permasalahan HAM kelas berat seperti genocide, dll. Bukan mengurusi urusan, hukum kasus chat mesum seperti ini.

Setelah semua opsi di atas tidak dapat terlaksana, akhirnya dikeluarkannya ancaman terakhirnya yaitu kriminalisasi ulama dan meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) mundur dari kursi kepresidenan.

Logika ini tentunya tidak masuk akal, apa hubungannya Presiden Jokowi dengan kasus chat WA mesum? Yang terlibat dalam kasus tersebut kan Rizieq Shihab dan Firza Husein, malah bawa-bawa nama Presiden.

Rizieq Shihab dan kelompoknya menganggap proses hukum terhadap dirinya terkait chat WA mesum adalah kriminalisasi ulama, padahal hal itu merupakan proses hukum biasa.

Jika memang dia tidak merasa bersalah, seharusnya jalani saja proses hukum tersebut nanti juga dapat dibuktikan dipengadilan.

Logika-logika terbalik di atas merupakan 1001 jurus ngeles Rizieq Shihab dan kelompoknya.

Previous Jalankan SOP, Kepolisian Sebar Foto Rizieq Shihab
Next 3 politisi mendadak alasan umroh, padahal bertemu Rizieq Shihab

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *