BI : Berita Pemalsuan Uang Rupiah Baru adalah Hoax


Jakarta, BuletinInfo – Kadiv Penanggulangan Upal DPU BI, Hasiholan Siahaan, melalui keterangan tertulisnya menyatakan bahwa berita tentang pemalsuan uang Rupiah baru Tahun Emisi (TE) 2016 yang viral di medsos adalah hoax.

“Untuk dimaklumi, hingga tanggal 3 April 2017, belum ada fisik uang Rupiah palsu TE 2016 yang masuk ke kantor BI, demikian juga belum ada laporan tentang pemalsuan uang Rupiah baru TE 2016 dari Kepolisian RI ke BI,” terang Hasiholan.

Lanjut Hasiholan, pada dasarnya BI tidak dapat mencegah orang yang akan memalsukan uang karena saat ini dengan software photoshop dan printer warna atau dengan fotocopi berwarna, seseorang dapat dengan mudah memalsukan uang kertas manapun, termasuk Rupiah.

“Kami meyakini bahwa uang Rupiah baru TE 2016 akan jauh lebih sulit dipalsukan mendekati uang aslinya karena BI telah menambah jenis unsur pengaman dan meningkatkan kualitas unsur pengaman pada uang Rupiah baru TE 2016,” imbuh Hasiholan.
Rupiah baru ini diluncurkan akhir 2016 lalu. Kabar ada uang palsu ini jadi geger karena uang NKRI ini baru diluncurkan beberapa bulan lalu.
Menurut BI, Uang TE 2016 telah dilengkapi penguatan unsur pengaman untuk menghindari upaya pemalsuan.
Dengan penguatan unsur pengaman, bank sentral meyakini bahwa uang Rupiah TE 2016 telah memiliki ciri-ciri yang mudah dikenali masyarakat dan sulit dipalsukan.
“Sehubungan dengan informasi yang beredar di masyarakat mengenai adanya pemalsuan uang Rupiah Tahun Emisi (TE) 2016, Bank Indonesia menegaskan bahwa hingga saat ini Bank Indonesia tidak menerima pengaduan masyarakat yang membawa bukti fisik uang TE 2016 yang diragukan keasliannya,” tulis keterangan Departemen komunikasi BI seperti dikutip, Rabu (5/4/2017).

Unsur pengaman yang dipakai BI dalam uang rupiah baru, yaitu

Pengaman ini terdiri dari color shifting, rainbow feature, latent image, ultra violet feature, tactile effect, dan rectoverso.
Dari sisi color shifting, apabila dilihat dari sudut pandang yang berbeda, akan terjadi perubahan warna secara kontras. Dari sisi rainbow feature, apabila dilihat dari sudut pandang tertentu akan muncul gambar tersembunyi multi warna berupa angka nominal.

Sedangkan dari sisi latent image, apabila dilihat dari sudut tertentu akan muncul gambar tersembunyi berupa teks BI pada bagian depan dan angka nominal pada bagian belakang.

Sementara dari sisi ultra violet feature (level 2), dilakukan penguatan desain UV feature yang memendar menjadi dua warna di bawah sinar UV. Dari sisi rectoverso, apabila diterawang akan terbentuk gambar saling isi berupa logo BI.

Tak hanya itu, desain uang tahun emisi (TE) 2016 dilakukan dengan penyempurnaan fitur kode tuna netra (blind code) dengan melakukan perubahan desain pada bentuk kode tuna netra berupa efek rabaan (tactile effect) untuk membantu membedakan antar pecahan dengan lebih mudah. – RN
 

 

 

 

 

Previous Gatot Nurmantyo: Ada 7 Ancaman Yang Dapat Ditimbulkan Asing
Next Dana Rp.3 Miliar Per RW Janji bohong Anies-Sandi dalam "Bersandiwara", #mANIESberSANDIwara