Bongkar Kartel Daging, Kepolisian Sita 12 Ton Daging Impor Ilegal


Jambi – Tim Satuan Tugas Pangan Sub-Direktorat I Indagsi Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Jambi, menyita sedikitnya 12 ton daging beku ilegal asal luar negeri, Selasa (9/5).

“Daging beku yang kita amankan ini berasal dari luar negeri. Jumlahnya lebih-kurang 12 ton dengan nilai sekitar Rp 500 juta,” kata Kepala Polda Jambi Brigadir Jenderal Priyo Widyanto, Rabu (10/5).

Daging beku tersebut, menurutnya, disita dari distributor di wilayah Kota Jambi.

“Dugaan sementara, daging impor ini tidak dilengkapi dokumen, diangkut dengan sebuah truk bernomor polisi dari Jakarta saat melintas di ruas Jalan Rajawali, Kota Jambi,” ujarnya.

Peyidik saat ini masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut kasus ini.

“Terkait dengan kasus ini, pelaku diduga melanggar Pasal 31 juncto Pasal 6 (a) dan (c), Pasal 9 Undang-Undang ┬áNomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan,” katanya.

Sedangkan Direktur Reskrimsus Polda Jambi Komisaris Besar Winarta mengatakan sebagai tindak lanjut dari penyitaan daging beku ilegal tersebut, pihaknya berkoordinasi dengan Tim Satgas Pangan dari Bulog, Balai Karantina, dan Dinas Ketahanan Pangan.

Mereka akan memverifikasi dokumen kelengkapan masuknya daging beku impor dari area Jakarta menuju Jambi tersebut.

“Hasilnya, pengangkutan daging beku ini tanpa dilengkapi dengan dokumen surat karantina,” ucapnya.

Keberadaan kartel/mafia distributor bahan pokok selama ini telah menyebabkan naiknya harga-harga kebutuhan pokok seperti, daging, cabai, bawang, dll.

Karena itulah, untuk menurunkan harga-harga bahan pokok, salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah membongkar dan menangkap pelaku kartel/mafia distributor bahan pokok.

Upaya tegas tersebut diharapkan dapat menghapus praktek kartel distribusi barang, sehingga nantinya tidak ada lagi permainan distribusi bahan pokok yang menyebabkan kenaikan harga.

Previous Kembali Buat Gaduh, Kali ini GNPF MUI Ancam Akan Bergerak Jika Ahok Ditanguhkan
Next FadliZon dan Fahri Hamzah dapat terkena pidana pelanggaran pajak