Boni Hargens: Radikalisme Adalah Musuh Bersama


Jakarta – Radikalisme sekarang merupakan musuh terbesar Indonesia. Hal itu diungkapkan oleh pengamat politik dari Universitas Indonesia, Boni Hargens, dalam diskusi bertema “Merawat Kebangsaan”, yang digelar di Jakarta, Senin (20/3).

“Sekarang perang kita bukan lagi melawan Malaysia atau Singapura, melainkan perang melawan ideologi-ideologi yang mengacuhkan kemanusiaan, seperti radikalisme,” ujarnya,

Kekuatan asing tidak hanya membawa pengaruh pada aspek ekonomi dan politik di Indonesia, menurutnya, melainkan juga radikalisme yang saat ini menyebar di Indonesia merupakan ajaran yang ditularkan dari luar negeri.

“Khusus dalam pilkada DKI Jakarta ini, kami amati banyak sekali propaganda di rumah ibadah dan berbagai komunitas yang terus meneriakkan anti terhadap nonmuslim, yang merupakan suatu perlakuan radikal,” tutur Boni.

Dia mengatakan bahwa tindakan tersebut merupakan pembelajaran yang sangat buruk untuk generasi ke depan.

“Karena itu, saya menganggap ini ancaman serius bagi eksistensi suatu bangsa,” ujarnya.

Oleh karena itu, dia mengajak publik mulai meninggalkan budaya silent majority, yaitu sebagian besar masyarakat hanya memilih diam walaupun menyadari banyak tindakan radikal.

Dia mengajak agar anti-radikalisme disuarakan. Karena dari 250 juta penduduk Indonesia, Boni memprediksi, apabila sekitar lima hingga 10 juta merupakan kaum radikal yang setiap hari secara sistematis membuat kekacauan,

“Kita yang 240 juta itu, yang hanya tidur nyenyak, akan ‘tumbang’ semua,” katanya.

Previous Inilah Tanah Yang Diduga Dilakukan Penggelapan Oleh Sandiaga
Next Anti Radikalisme harus disuarakan masyarakat Indonesia agar radikalisme hilang