Bubarkan aliran sesat Saksi Yehuwa yang melarang anak melakukan penghormatan terhadap bendera


Tarakan, BuletinInfo – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Tarakan Agus Sutanto menjelaskan bahwa, sikap orang tua yang melarang anaknya yang menimba di sekolah dasar (SD) di Juata dan Tarakan, Kalimantan Utara, melakukan penghormatan pada bendera tak lepas dari kepercayaan yang mereka anut.

Selain melarang anaknya menghormat pada bendera, mereka juga tak mengizinkan anak-anaknya menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya saat upacara.

“Orang tua kelima murid SD itu memeluk aliran Saksi-Saksi Yehuwa. Aliran itu merupakan denominasi Kristen, Milenarian, Restorasionis, yang dahulunya bernama Siswa-Siswa Alkitab.” Jelas Agus, Jumat (27/10)

Agus menambahkan, aliran ini memang sudah ada secara internasional. Untuk legal formalnya mereka katakan sudah terdaftar di Dirjen Kristen. Namun, sambung Agus, aliran itu ditolak keras oleh pengurus gereja di Tarakan.

Misalnya, Persatuan Gereja Indonesia (PGI), Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), dan Badan Musyawarah Antar Gereja (BMAG). Mereka tidak menyetujui keberadaan aliran itu karena dianggap menyimpang.

Dia menambahkan, orang tua kelima murid SD itu beribadah di rumah. Mereka juga menggunakan Injil, tetapi berbeda dengan doktrin gereja. “Dari keyakinan yang mereka anut, mereka menganggap penghormatan terhadap bendera negara adalah berhala yang dilarang dalam kitab sucinya,” jelas Agus.

Previous Tiga tahun pemerintahan Jokowi, lima proyek lapangan migas telah beroperasi
Next KPU akan umumkan hasil penelusuran identitas ganda pada 16 - 17 November 2017