Cendana kumpulkan Pimpinan Media untuk menyukseskan kemenangan Anies-Sandi


Jakarta, BuletinInfo – Keluarga cendana selasa malam ini akan mengumpulkan pemimpin redaksi media di Jakarta untuk memenangkan paslon nomor 3 Anies -Sandi.

Informasi yang beredar di media sosial dari akun Twitter @Ronin1948 menyebutkan selasa malam mengundang pimpinan redaksi di kawasan Sudirman Jakarta. Hal tersebut merupakan penggalangan kekuatan media yang luar biasa.

Mengapa bisa disebut sebagai penggalangan media luar biasa? Hal itu dikarenakan ada agenda tertentu yang ingin di capai yaitu menggiring untuk kemenangan salah satu paslon dalam pilkada DKI putaran kedua yaitu paslon nomor 3 Anies-Sandi. Menurut informasi yang di dapatkan dari salah seorang kawan yang cinta NKRI, dirinya diminta untuk menuliskan angka yang diminta untuk dituliskan di cek yang telah disiapkan oleh cendana (Aset korupsi 32 masih banyak di deposito). Berdasarkan informasi yang didapatkan, rencananya malam ini dana pemenangan untuk paslon nomor 3 akan cair malam ini.

Nantinya media-media tersebut akan mengikuti instruksi yang seragam dalam pemberitaan yaitu Paslon no.3 menang dalam hitung cepat sebesar 3 persen.

Semua pemimpin redaksi diundang kecuali media Metro TV dan Kompas. Media yang diundang bukan hanya media resmi yang terverivikasi, tetapi juga radio dan media televisi.

Ibarat cipta opini untuk pembenaran, angka Anies menang 3 persen versi hitung cepat media akan jadi alur penyesuaian hitung cepat KPU. Masyarakat akan mengalami hal yang sama seperti Pilpres 2014 dimana Prabowo merasa menang Quick Count. Nanti akan terulang kembali” perang “ hasil hitung cepat di media televisi, online dan radio.

Agenda utama tetap membentuk opini publik kemenangan Anies 3 persen berdasarkan hitung cepat.

Jika kita melihat informasi tersebut dapat di analisa bahwa akan adanya kecurangan yang dilakukan oleh paslon nomor 3 dalam memenangkan pilkada DKI putaran kedua dengan melakukan money politik melalui penggiringan iponi di media. Jelas hal itu tidak benar dan menyalahi aturan yang ada. Warga Jakarta diharapkan dapat bijak dalam menentukan pilihannya jangan mau di hasut dan diiming-imingi sesuatu karena dapat merugikan Jakarta pada masa depan.

(HA)

Previous Realisasi 9 Juta Ha Tanah Sedang Dalam Proses, Masyarakat Diharap Sabar
Next Setara Institute: Warga Jakarta Gunakan Hak Pilih tanpa tekanan