Coret Bendera Merah Putih Saat Demo, FPI Telah Berkhianat pada Negara


Jakarta – Demo membawa Bendera Merah Putih yang dicoret dengan tulisan arab di depan Mabes Polri pada aksi 161 lalu, Front Pembela Islam (FPI) dianggap mengkhianati Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan tak menghargai jasa para pejuang.

“Apa yang dilakukan oleh FPI sudah di luar batas. Dan kini, tiba saatnya Polri mengambil tindakan hukum,” ujar Ketua DPD PDI-P Jawa Barat, Mayjen TNI (Purn) Tb Hasanuddin, di Jakarta, Rabu (18/1).

Anggota Komisi I DPR ini, kemudian menceritakan jerih payah rakyat Indonesia untuk memperjuangkan Merah Putih yang dilakukan warga Surabaya, Jawa Timur, dengan merobek warna biru bendera Belanda di Hotel Yamato pada peristiwa 10 November 1945.

Bahkan, sambungnya, ratusan ribu pejuang di seluruh tanah air gugur di medan perang demi mempertahankan NKRI. “Masyarakat Jawa Timur dan rakyat Indonesia pada umumnya sangat marah dan tersinggung melihat aksi FPI,” yakin Hasanuddin.

Karenannya, eks sekretaris Militer ini mengimbau, “Jangan ada keraguan sedikitpun bagi pemerintah untuk menangkap dan memproses saudara Rizieq Shihab.”

Terlebih, Pasal 57 ayat a UU No. 24/2009 dengan tegas menyatakan, setiap orang dilarang mencoret, menulisi, menggambari, atau membuat rusak lambang negara dengan maksud menodai, menghina, atau merendahkan kehormatan lambang negara.

“Sanksinya diatur dalam Pasal 68, yakni pidana penjara paling lama lima tahun,” tutup lulusan AKABRI 1974 itu.
(FT)

Previous Buya Desak Aparat Lakukan Penindakan terhadap Ormas Radikal
Next Refly Harun: Keputusan Untuk Tidak Non Aktifkan Ahok Sesuai Dengan UU