Densus Amankan MNW Guna Cegah Masuknya Sel ISIS Ke Indonesia


Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Muhammad Nadir Umar, dipulangkan kepolisian, Senin (10/4) pagi, setelah dinyatakan tidak terbukti memiliki hubungan dengan jaringan Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS.

“Tadi malam selesai diperiksa, pagi tadi dipulangkan. Mungkin siang ini sudah sampai di rumahnya,” kata Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Frans Barung Mangera, Senin (10/4).
Dia diperiksa karena dideportasi oleh otoritas Turki karena diduga ingin memasuki perbatasan Suriah.

“Yang pasti, siapapun deportan dari negara tertentu yang terkait dengan radikalisme, pasti diperiksa lagi oleh polisi,” ungkapnya.

Dia juga mengatakan bahwa polisi juga tidak akan mendalami tujuan keberangkatannya ke luar negeri tanpa seizin pimpinan DPRD Kabupaten Pasuruan.

“Soal administrasi sebagai anggota DPRD itu urusan lain,” ucapnya.
Sebelumnya, Nadir ditangkap Densus 88 di Terminal II Bandara Internasional Juanda Surabaya, Sabtu, setelah turun dari pesawat dari Kuala Lumpur Malaysia sekitar pukul 15.21 WIB. Dia dideportasi oleh pemerintah Turki karena memasuki kawasan perbatasan Suriah pada 5 April lalu.

Nadir mengaku datang ke Turki sebagai relawan kemanusiaan dari Yayasan Qouri Ummah. Dia berangkat pada 31 Maret 2017 dengan membawa uang donasi sebesar 20.000 dollar AS untuk para pengungsi di Turki dan Lebanon.

Tindakan penangkapan ini merupakan bentuk tindakan preventif orang-orang yang dideportasi oleh otoritas Turki.

Hal itu diambil untuk mengantisipasi masuknya jaringan ISIS ke Indonesia.

Previous Muhammad Nadir Umar anggota DPRD Kabupaten Pasuruan fraksi PKS diamankan Densus 88
Next Tangkap 3 Teroris di Jawa Timur sebelum Lakukan Aksi Teror menjadi keberhasilan Densus 88