Dibangun Sejak 2015, Irigasi Sawah Laweh Tarusan Siap Airi 3.273 Ha Sawah Akhir Tahun Ini


Jakarta, BuletinInfo – Pemerintahan Presiden Joko Widodo terus mengebut pembangunan infrastruktur sebagai salah satu Program Strategis di berbagai sektor.

Salah satu proyek infrastruktur di sektor pertanian yang sedang dikebut penyelesaiannya adalah pembangunan irigasi sawah di kawasan Laweh Tarusan, Kabupaten  Pesisir Selatan, Sumatera Barat yang direncanakan akan mampu mengairi 3.273 Ha area sawah.

Dikutip dari laman Kementerian PUPR, Sabtu (30/9/2017), pembangunan irigasi kawasan sawah laweh ini merupakan proyek multiyear yang dibagi ke dalam tiga paket. Paket awal direalisasaikan pada tahun ini sedangkan dua lagi pelaksanaannya direncanakan tahun 2018.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa pembangunan irigasi tersebut dilakukan sejak tahun 2015 dengan total anggaran mencapai Rp 104,4 miliar.

Menurut Menteri Basuki, Proses  pembangunan fisik tahap awal  sudah mencapai 86,92% meliputi saluran irigasi primer sepanjang 1 km, Bendung 1 buah, kantong lumpur, saluran pengelak, jalan akses dan 5 bangunan pelengkap dan direncanakan akan rampung pada akhir tahun ini.

Pembangunan daerah irigasi ini menambah luas areal pertanian yang bisa ditanami seluas 1.250 ha dari yang sudah ada 2.023 ha. Nantinya, air irigasi akan bisa mengaliri areal pertanian di  Kecamatan Koto XI Tarusan, Kecamatan Bayang, Kecamatan IV Jurai, Kecamatan Sutera, Kecamatan Lengayang. Selanjutnya di Kecamatan Ranah Pesisir, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kecamatan Pancung Soal,  Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan dan Kecamatan Lunang Silaut.

“Kami harapkan dengan pembangunan infrastruktur ini, produktivitas pertanian di Provinsi Sumatera Barat bisa meningkat untuk mendukung ketahanan pangan nasional,” kata Menteri Basuki.

Pembangunan irigasi ini dilakukan oleh kontraktor PT Adhi Karya dengan konsultan supervisi PT VIrama Karya.

Pembangunan di Sawah Laweh Tarusan memanfaatkan aliran Sungai Batang Tarusan yang dialirkan secara gravitasi dengan membangun bendung yang berjarak 9,3 km ke arah hulu dari lokasi pompa.

Debit rata-rata yang dapat dihasilkan dari bendung sebesar 9,12 m3/detik. Hal ini dimungkinkan karena Kabupaten Pesisir Selatan merupakan wilayah perbukitan yang dialiri 18 sungai dengan 11 sungai besar dan 7 sungai kecil.

Pada tahap awal ini  proses pembangunan fisik sudah mencapai 86,92%. Meliputi accses road, saluran pengelak, bendungan , kantung lumpur, dan sel primer. Sisa pembangunan hanya tinggal 13,08%  yang akan rampung pada tahun ini.

Dukungan Pemerintah melalui Kementerian PUPR kepada Provinsi Sumatera Barat sebagai salah satu lumbung pangan nasional juga akan dilanjutkan pada tahun 2018 dengan menambah luasan jaringan irigasi di Sumatera Barat melalui pembangunan saluran primer sepanjang 8 km, saluran sekunder 15,6 km dan rehabilitasi saluran sekunder yang ada sepanjang 5,29 km.

Pembangunan irigasi ini sangat penting. Terutama untuk mengairi area sawah seluas 3.273 Ha. Jika sawah seluas ini produktif maka tidak akan menutup kemungkinan mewujudkan Indonesia swasembada beras.  Tentunya dengan pemerataan pembangunan infrastruktur serupa di berbagai daerah di Indonesia, yang saat ini sedang digenjot oleh pemerintah.

Irigasi ini dapat meningkatkan pendapatan dan taraf hidup masyarakat sekitar. Nantinya akan dapat meningkatkan pendapatan asli daerah Kabupaten Pesisir Selatan. Selain itu keberadaan bendungan ini juga memiliki nilai wisata.

Previous Renungan Kang Sobari: Jangan persalahkan keturunan, Ideologi dihilangkan itu yang paling penting!!!
Next SMRC rilis survey terbaru, Jokowi Bukan PKI