Din Syamsudin: Umat Islam Jangan Tertipu Paham jihad melalui bom bunuh diri


Jakarta, BuletinInfo – Ketua dewan pertimbangan MUI Din Syamsudin Din Syamsuddin meminta umat Islam jangan tertipu oleh paham jihad melalui bom bunuh diri. Bom bunuh diri sangat bertentangan dengan ajaran agama Islam karena merupakan bentuk putus asa dan pelakunya dikecam sebagai orang kafir.

“Bom bunuh diri adalah paham yang salah. Agama Islam tidak pernah mengajarkan hal itu. Paham itu menimbulkan aliran yang sesat dan menyesatkan,” kata Din.

Ini adalah tidak benar , Membunuh orang –orang kafir yang aman , Kafir Muahad, INI BUKAN JIHAD, dan rosululloh bersabda “Siapa yang membunuh kafir Muahad dia tidak akan mencium bau sorga dan sesungguhnya bau sorga tercium dari perjalanan 40 Th” Hr Bukhori 3166,6914, An Nasai 8/25, Ibnu Majah 2686.

Kalian Bungkam tawa anak, Kalian ganti tawa mereka dengan dengan tangisan  mengiris jiwa, Kalian telah cacatkan harapan untuk mereka, BOM BUNUH DIRI BUKAN JIHAD, Islam tidak pernah menyetujui perbuatan tersebut, Bom Bunuh diri haram dalam islam.

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan janganlah kalian membunuh diri kalian, sesungguhnya Allah Maha menyayangi kalian.” (QS. An-Nisaa’: 29)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang bunuh diri dengan menggunakan suatu alat/cara di dunia, maka dia akan disiksa dengan cara itu pada hari kiamat.” (HR. Bukhari dan Muslim). Adapun bunuh diri tanpa sengaja maka hal itu diberikan udzur dan pelakunya tidak berdosa berdasarkan firman Allah ‘azza wa jalla (yang artinya), “Dan tidak ada dosa bagi kalian karena melakukan kesalahan yang tidak kalian sengaja akan tetapi (yang berdosa adalah) yang kalian sengaja dari hati kalian.” (QS. Al-Ahzab: 5). Dengan demikian aksi bom bunuh diri yang dilakukan oleh sebagian orang dengan mengatasnamakan jihad adalah sebuah penyimpangan (baca: pelanggaran syari’at). Apalagi dengan aksi itu menyebabkan terbunuhnya kaum muslimin atau orang kafir yang dilindungi oleh pemerintah muslimin tanpa alasan yang dibenarkan syari’at.

Allah berfirman (yang artinya), “Dan janganlah kalian membunuh jiwa yang Allah haramkan kecuali dengan alasan yang benar.” (QS. Al-Israa’: 33)

(HA)

Previous Joko Widodo : Jangan ada pihak yang bermain-main untuk mengambil keuntungan
Next Juri Ardiantoro belum dapat memastikan kapan pemilu di Indonesia menerapkan sistem