Dinilai Bermuatan Politis, Usulan Hak Angket E-KTP Fahri Hamzah Mendapatkan Banyak Penolakan


Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah melontarkan gagasan penggunaan Hak Angket atas skandal e-KTP tersebut.

Sontak saja, gagasan tersebut mendapatkan banyak kontra baik di masyarakat, maupun di anggota dewan sendiri.

Usulan Hak angket tersebut dipertanyakan oleh Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan, yang mengatakan kasus e-KTP merupakan urusan dari KPK, jadi kenapa DPR harus sampai buat angket?
Dia juga secara gamblang menolak adanya usulan hak angket tersebut
“Lho gimana? Biar saja urusan KPK. Kalau yang rampok yang maling KPK urusannya,” kata Zulkifli (13/3).

Bahkan, Sekretaris Fraksi Partai Hanura Dadang Rusdiana menilai kasus ini tidak perlu dibawa ke ranah politik melalui penggunaan  Hak Angket.

“Kalau Hanura berpandangan lebih baik kita menghormati proses hukum yang ada,” kata Dadang, Senin, sebagaimana dikutip media.

Selain itu, dengan melakukan wacana Hak Angket kasus e-KTP, Fahri terlihat seperti ingin mempolitisasi sebuah kasus yang seharusnya masuk ke ranah hukum. Terlebih lagi, masyarakat nantinya akan malah curiga, bahwa upaya tersebut dilakukan DPR untuk membentengi elite-elite tertentu.

“Dapat kita bayangkan kalau hak angket digunakan dalam masalah e-KTP,  bisa timbul konflik kepentingan. Rakyat bisa menuduh lain-lain,” jelasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi III Tifatul Sembiring sependapat dan menilai, bahwa hak angket yang diusulkan Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah, agak bermuatan politis.

“Hak angket ini kan agak politis ya. Fraksi-fraksi yang bergabung dalam penguasa pasti keberatan. Mereka cukup mayoritas. Sebab hak angket ini bisa belok-belok. Ini risikonya bisa macam-macam sehingga hati-hati,” kata Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika.

Sebelumnya, Fahri Hamzah juga meminta ketua KPK Agus Rahardjo untuk mengundurkan diri dari jabatannya.

“Saya minta Agus Rahardjo mengundurkan diri dari jabatan ketua KPK,” ‎kata Fahri di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/3).

Upaya-upaya Fahri tersebut terlihat sebagai upaya untuk menjatuhkan KPK. Hal ini tentunya menimbulkan pertanyaan besar. Mengapa dia terkesan sangat panik ketika KPK menyelidiki kasus e-KTP?

Previous Produksi Ikan Indonesia Rambah Arab Saudi, Diperkirakan Akan Banyak Tuai Untung
Next Mengapa Fahri Hamzah memaksa Hak Angket Kasus E-KTP? Ingin melindungi Sahabatnya?