Dulu Jokowi kini Prabowo, Anies Baswedan Disebut Kutu Loncat


Jakarta, BuletinInfo – Direktur Riset Indonesia, Totot Sugiarto menilai majunya Anies Baswedan sebagai cagub yang diusung Prabowo Subianto sebagai langkah yang tidak etis.

Alasannya, mantan Menteri Pendidikan itu merupakan bekas Juru Bicara Tim Pemenangan Jokowi – JK, yang notabene merupakan lawan Ketua Umum Partai Gerindra itu.

Meski begitu, Toto sendiri mengakui bahwa hal seperti itu adalah hal yang lumrah di dunia perpolitikan.

“Kalau dalam politik, hal seperti itu memang sah-sah saja. Tapi, kalau dari segi etik kok rasanya seperti kutu loncat, lompat sana lompat sini,” kata Toto kepada BuletinInfo.com di Jakarta, Selasa (7/2/2017).

Toto menambahkan, memang tidak ada yang abadi dalam politik, yang abadi adalah kepentingan.

“Lompatnya Anies menandakan sebagai abadinya kepentingan daripada ideologi seseorang,” lanjutnya.

Dulu, Anies dinilai memiliki kepentingan terhadap Jokowi, kini pilihan Anies pindah haluan ke kubu Prabowo yang notabene menjanjikannya sebagai Gubernur DKI.

“Karena itu, kepentinganlah yang menjadi dasar dia (Anies) ada di sini‎ dan ada di sana,” ungkap Toto.

Menurut Toto, contoh seperti itu kurang baik bagi politik Indonesia, karena politik yang baik itu adalah politik yang punya ideologi, setia dari awal dari akhir.

“Jadi misalnya saya PDIP, ya berarti terus di PDIP, mau kalah atau menang. Itu politik yang lurus. Tapi sayangnya Anies tak seperti itu,” pungkasnya.

(HA)

Previous Presiden Jokowi membuka kesempatan Bermitra dengan negara-negara IORA
Next Menteri Luar Negeri Retno Marsudi Menyampaikan 2 Dokumen KTT IORA 2017