Eks wartawan BBC Asyari Usman salah kaprah dalam kasus Rizieq shihab


Jakarta, BuletinInfo – Kasus hukum Rizieq Shihab  yang saat ini masih terus berjalan merupakan kasus kriminal murni, tidak ada hubungannya dengan politik apalagi dihubungkan dengan Pilpres 2019 dan sensasi oleh kapolda metro jaya irjen pol Mochamad Iriawan.

Kasus hukum yang menjerat Pemimpin Front Pembela Islam-FPI Rizieq Shihab sehingga dirinya dijadikan tersangka kasus pornografi oleh Polda Metro Jaya merupakan kasus yang terbukti secara nyata dan valid secara kriminal.

Indonesia sebagai negara hukum sedah tepat mengedepankan hukum kepada siapapun tanpa tebang pilih termasuk kepada Rizieq Shihab. Jika memang dimiliki bungti yang kuat maka Polda Metro Jaya langsung menetapkan tersangka termasuk dalam kasus pronografi yang dilakukan oleh Rizieq Shihab.

Pemerintah dan pihak kepolisian selalu mengedepankan hukum sebagai panglima di negeri ini dan hal itu sudah tepat karena sesuai dengan konstitusi yang berlaku di Indonesia. Jika ada yang mencoba memprovokasi dengan tulisan-tulisan yang mencoba mengaitkan penetapan tersangka Rizieq Shihab dengan politik, apalagi dikaitkan dengan pilpres 2019 dan sensasi yang dilakukan kapolda metro jaya, sangatlah tidak tepat dan tidak ada hubungannya sama sekali. Seperti halnya tulisan seorang eks wartawan BBC Asyari Usman yang berdomisili di London di beberapa media.   Asyari Usman memang kerap kali menulis yang mendeskriditkan kebijakan pemerintah apalagi Asyari Usman juga kerap kali mengikuti dan mengisi acara-acara PKS yang notabene merupakan oposisi pemerintah. Proyeksi Asyari Usman terlalu kejauhan dengan mengaitkan kasus kriminal murni Rizieq Shihab dengan Pilpres 2019 dan sensasi Kapolda Metro Jaya.

Masyarakat jangan sampai mudah terprovokasi dengan tulisan yang mengarah memutar balikan fakta dengan cara mencari simpatik masyarakat melalui isu kriminalisasi ulama, hal tersebut jelas tidak ada kaitannya karena kasus Rizieq Shihab merupakan kasus kriminalitas murni tidak ada yang yang mengintervensi atau mempolitisasi.

Polda Metro Jaya secara profesional menegakkan hukum sesuai dengan bukti yang di dapatkan oleh polisi. jika tidak ada bukti yang kuat polisi tidak akan menaikan status seorang saksi menjadi seorang tersangka.

Oleh sebab itu siapapun kita sebagai warga negara Indonesia yang baik dan cerdas dapat menilai dengan obyektif jang mudah terprovokasi dengan mengatasnamakan agama maupun ulama. sebagai warga negar Indonesia kita harus menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Seperti kita ketahui ada tahapan hukum di Indonesia, jika terbukti bersalah akan di putuskan melalui pengadilan tanpa intervensi manapun namun jika tidak memenuhi bukti yang cukup bukan tidak mungkin majelis hakim pengadilan akan membuat vonis bebas terhadap terdakwa. Oleh sebab itu Hukum yang berlaku harus di patuhi oleh siapapun dia, selama masih berada di keaulatan NKRI, hukum yang menjadi panglimanya agar menghasilkan masyarakat yang tenteram , damai dan sejahtera.

(HA)

Previous Jaksa penuntut umum menjerat Buni Yani tersangka ujaran kebencian dengan pasal tambahan
Next KH Ma'ruf Amin: Karakteristik Islam adalah Toleran