Ferdinand Hutahaean Ternyata Merupakan Kutu Loncat


Jakarta – Partai Demokrat saat ini sedang gencar-gencarnya menjelek-jelekan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Bahkan, serangan-serangannya itu dilakukan dengan berbagai-macam cara meskipun caranya tersebut dapat memecah-belah masyarakat.

Salah satunya adalah yang dilakukan oleh Ferdinand Hutahaean yang merupakan Juru Bicara Partai Demokrat.  Ferdinand bahkan dalam tulisan ‘Waspada Rezim Sesat Pikir, Jaga Jarak Aman Nalar Anda’ sengaja membangun isu negatif terhadap etnis tertentu terkait patung Jendral Perang Cina Kwan Sing Tee Koen.

Padahal, pembangunan patung Jendral Perang Cina Kwan Sing Tee Koen berlokasi di kawasan Klenteng Kwan Sing Bio, bukan di pinggir jalan sehingga tidak ada kaitannya dengan isu invasi Cina atas Indonesia, bahkan monas lebih jauh lebih tinggi dari patung Jenderal Soedirman.

Patung tersebut juga sebetulnya akan dimanfaatkan sebagai ikon wisata di Tuban yang akan berdampak positif kepada peningkatan ekonomi masyarakat sekitar.

Terkait pembangunan patung tersebut, juga tidak ada hubungannya sama sekali terhadap kedaulatan di dalam keberagaman suku bangsa Indonesia.

Tindakan Ferdinand tersebut yang berusaha untuk menyudutkan etnis tertentu demi untuk menjelek-jelekan pemerintah tentunya dapat mencederai kerukunan masyarakat Indonesia.

Diketahui juga bahwa Ferdinand Hutahaean merupakan pemilik dari akun twitter @RevolusiNKRI itu. Akun tersebut diketahui isinya merupakan ujaran kebencian personal terhadap Presiden Jokowi.

Ferdinand juga diketahui mengaku-ngaku sebagai relawan BaraJP. Akan tetapi, hal tersebut telah dibantah melalui pic.twitter.com/epcUfANFC8 dan  http://radaronline.co.id/2015/07/09/ferdinand-hutahaean-bukan-anggota-barajp/.

Berdasarkan berita dari http://www.beraninews.com/2017/07/lagi-ramai-di-medsos-ferdinand.html?m=1, diketahui juga bahwa Ferdinand ternyata merupakan seorang penipu yang pernah menipu uang sebesar 25 juta dari seorang relawan Jokowi.

Berikut adalah kisah penipuan Ferdinand berdasarkan kultwit netizen:

“Berawal dari saling kenal di sosmed sebagai sesama relawan lalu dilanjut dengan kopdar dan diteruskan dengan bergabung di group BBM. Si korban mulai di sepik sepik bahwa dia sedang butuh duit untuk perusahaannya karena pembayaran client macet. Agar meyakinkan tentu saja si Ferdinand Hutahaean ini membual tentang kedekatannya dgn Jokowi. Dasar si korban adalah relawan Jokowi yg polos, mk dia pikir semua pendukung Jokowi adalah orang baik2. Apalagi katanya dekat dengan Jokowi. Maka dipinjamilah sejumlah 25 juta karena dikira @RevolusiNKRI ini akan menepati janjinya mengembalikan dalam 2 minggu.@RevolusiNKRI Waktu berlalu, demikian pula dgn janji manis Ferdinand Hutahaean. Minjam Juni ditagih Agustus bilang akan bayar tapi tak kunjung transfer. @RevolusiNKRI Karena tak kunjung di transfer si korban pun menanyakan terus nasib uangnya pada Ferdinand Hutahaean lewat BBM. @RevolusiNKRI Alhamdulillah, usahanya membawa hasil. Akhirnya semua pin BBM korban diblok oleh Ferdinand Hutahaean. @RevolusiNKRI Tak patah arang BBM diblok si korban pun berusaha menagih lewat WA. Alhasil WA-nya pun diblok oleh Ferdinand Hutahaean. Hehee.. @RevolusiNKRI Merasa kelakuannya bakal dibongkar di sosmed maka Ferdinand Hutahaean pun menutup akun twitter lamanya. @RevolusiNKRI Khabar terakhir katanya Ferdinand Hutahaean akhirnya mengembalikan uang yg dipinjamnya, namun cuma 5 juta saja. Sisanya bablas angine..”

Yang paling parah, Ferdinand ternyata merupakan kutu loncat dan oportunis sejati. Hal ini terlihat dari rekam jejaknya, di mana pada tahun 2014 dia berpura-pura gabung menjadi relawan Jokowi, namun pada 2015 dirinya berbalik badan gabung KMP yang mendukung Prabowo Subianto. Dan saat ini, dia menjadi Jubir Partai Demokrat. (FC)

Previous SBY: Ferdinand apa yang telah kau perbuat? Pusing aku!!!
Next UKP-PIP melakukan pengawasan terhadap ormas anti Pancasila