FPI Dukung ISIS?


JAKARTA – Beredar di media sosial (medsos), jika Front Pembela Islam (FPI) mendukung kelompok radikal Negara Islam Irak-Suriah (Islamic State of Iraq and Syria/ISIS).

Ini sebagaimana bunyi maklumat FPI tentang ISIS tertanggal 8 Agustus 2014 dan ditandatangani Ketua Umum Muhsin Ahmad Alattas, Sekretaris Umum Ja’far Shiddiq, dan Imam Besar Muhammad Rizieq Syihab.

“FPI mendukung seruan dan nasihat Pimpinan Al-Qaidah Syeikh Aiman Az-Zhowahiri bahwa seluruh komponen jihad Al-Qaidah baik Pasukan Syeikh Muhammad Al-Jaulani di Syria mau pun pasukan Syeikh Abu Bakar Al Baghdadi di Iraq, serta komponen jihad Al-Qaidah lainnya agar bersatu dan bersaudara dengan segenap mujahidin Islam di seluruh dunia untuk melanjutkan jihad di Syria, Iraq, Palestina, dan negeri-negeri Islam lainnya yang tertindas,” demikian bunyi poin kelima maklumat tersebut.

Dalam maklumatnya, FPI mengklaim pernyataan sikap tersebut diambil setelah melalui kajian komprehensif terhadap semua data primer dan sekunder, baik pro maupun kontra terhadap ISIS.

Padahal, beberapa hari sebelum maklumat tersebut beredar, pemerintah secara resmi menyatakan kelompok yang berbasis di Timur Tengah ini sebagai paham terlarang di Indonesia.

Sebab, menurut Menko Polhukam kala itu, Djoko Suyanto, ISIS tidak sesuai dengan Pancasila, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. “ISIS bukan Masalah agama. Organisasi ini adalah masalah ideologi,” tegasnya, 4 Agustus 2014.

Dan berdasarkan penelusuran di situs pribadi Rizieq, FPI mengklaim tak mendukung ISIS. Dalihnya, meski sama-sama mendukung penegakan syariat Islam, namun ISIS telah membunuh ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah (Aswaja) yang tak pro terhadapnya.

“Dan (ISIS, red) mengkafirkan kaum muslimin yang tidak sependapat dengan mereka, serta menghancurkan Makam Anbiya, Shahabat, Tabi’in, Ulama dan Auliya, dengan dalih memerangi kemusyrikan,” demikian kutipan Rizieq dilansir dari habibrizieq.co, yang dipublikasikan 17 Januari 2016. (FT)

Previous Rencanakan Aksi 121, BEM Indonesia Disindir
Next Buya Desak Aparat Lakukan Penindakan terhadap Ormas Radikal