Gerakan Radikal Dan Informasi Bohong Makin Marak, Harap Hati-Hati


Anggota Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah, Mustofa Nahrawardaya, mengatakan bahwa isu gerakan “Islam radikal” oleh sejumlah kelompok di Indonesia, salah satunya adalah untuk menghambat perkembangan media Islam. Dengan demikian, warga akan menilai bahwa media Islam sangat lekat dengan “Islam radikal”.

“Isu Islam radikal itu memang sengaja diciptakan, ini bertujuan agar media Islam di Indonesia tidak maju,” ucapnya, pada seminar bertajuk “Peran Media Dakwah dalam Membendung Paham Radikalisme” di Kampus STMIK Bani Saleh, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (27/04).

Dia mengatakan media Islam yang ada saat ini tidak demikian. Justru media Islam hadir di tengah-tengah masyarakat untuk memberikan kebenaran dan pencerahan berita tentang Islam, yang belakangan banyak disudutkan oleh media arus utama (mainstream).

Tuduhan Mustofa tersebut tentunya tidak benar, karena pergerakan dan resistensi masyarakat terhadap gerakan Islam radikal memang terjadi, terutama terhadap Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Hal itu dilakukan karena masyarakat melihat bahwa organisasi ini dapat mengancam dan menimbulkan konflik.

Usaha kelompok tersebut yang berusaha mendirikan Khilafah dianggap masyarakat sebagai ancaman kepada ideologi Pancasila. Padahal, Pancasila adalah dasar dan pondasi bangsa Indonesia.

Terkait pemberitaan media dakwaah, selama ini banyak orang yang salah kaprah dan menggunakan media dakwaah sebagai alat propaganda.

Media dakwaah yang seharusnya dijadikan alat untuk pembelajaraan agama dan memperkuat keimanan, malah dijadikan alat untuk menebarkan kebencian dan fitnah.

Karena itulah di era internet dan sosial media, masyarakat harus berhati-hati dalam mencerna informasi agar nantinya tidak mudah terprovokasi oleh berita-berita yang belum jelas kebenarannya.

Previous Hadapi May Day, Kepolisian Siagakan Pasukan Dan Buat Rekayasa Lalin
Next Biarkan Kasus Ahok Berjalan Sesuai Dengan Proses Hukum Tanpa Ada Intimidasi

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *