Gula Rafinasi Ilegal Dengan Label BPOM Palsu Yang Digerebek Tim Satgas Pangan Sulsel Sangat Berbahaya Bagi Kesehatan


Jakarta, BuletinInfo – Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan Sulawesi Selatan bersama Polda Sulsel menggerebek sebuah gudangUD Benteng Baru milik seorang pengusaha Ridwan Tandiawan berisikan 5.3 ton gula rafinasi ilegal  di Jalan Ir. Sutami.

Penggerebekan gudang gula rafinasi itu bermula dari temuan tim Satgas Pangan ketika mendapati satu kemasan gula rafinasi di Kabupaten Kepulauan Selayar beberapa waktu lalu. Setelah ditelusuri, tim menemukan gudang sekaligus pabrik gula rafinasi itu.

Selanjutnya tim satgas bersama tim polda langsung melakukan penyegelan terhadap gudang gula tersebut dan memasang garis polisi.

”Harusnya gula rafinasi ini beredar secara khusus untuk industri makanan dan minuman. Tapi ini beredar secara eceran di pasar tradisional dan modern seperti Lottemart,” ucap Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan, Komisaris Besar Dicky Sondani, saat jumpa pers di gudang UD Benteng Baru Makassar, Senin (22/5/2017)

Dicky mengatakan pihaknya menemukan sebanyak 4.819 dus berisi 15 bungkus dan setiap bungkus seberat 1 kilogram. Kemudian 575 dus yang berisikan 25 bungkus. dan sisanya belum dikemas. Total keseluruhan gula rafinasi yang siap diedarkan ke masyarakat sebanyak 86,6 ton. “Gula rafinasi ini dikemas dengan merk Sari Wangi dan memang menarik dibandingkan gula yang warnanya agak kecokelatan. Tapi masyarakat tidak tahu kalau kadar gulanya lebih tinggi,” tutur dia.

Gula rafinasi ini sudah beredar sejak tiga tahun, seharga Rp 11.900 per kilogram.  “Puluhan triliun untung pengusaha yang menjual gula rafinasi ini,” ucap Dicky.

Dia menambahkan gula rafinasi ini sudah diedarkan ke beberapa kabupaten di Sulawesi Selatan, Kendari, Papua, Palu, Kupang Sulawesi Tengah dan Kalimantan Utara. Dan label BPOM yang ada dikemasan gula itu palsu lantaran tak memiliki izin serta terdaftar. “Jadi tak layak beredar di masyarakat.” Pelaku dianggap melanggar Pasal 113 Jo Pasal 57 ayat 2 No. 7 tahun 2014 tentang perdagangan, dengan ancaman lima tahun penjara dan denda Rp 5 miliar.

Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Makassar, Ramli Simanjuntak mengatakan temuan ini merupakan hasil investigasi KPPU. Kemudian melapor ke polisi untuk melakukan tindakan atau penangkapan kepada pelaku. “Kita kan senantiasa pantau harga di pasar-pasar, apalagi menjelang Ramadhan,” tutur Ramli.

Menurut dia, gula rafinasi ini berasal dari Makassar Tene kemudian dikemas di UD Benteng Baru, dengan harga lebih murah.

“Kami yakin masih banyak distributor yang melakukan hal serupa, tapi ini UD Benteng Baru terbesar. Mereka menahan gula pasir kristal kemudian gula rafinasi diedarkan,” tutur Ramli.Dia menyarankan kepada pemerintah agar distributor gula pasir ini dipisah antara yang kristal dan rafinasi. Sehingga tak ada penimbunan dan alur pendistribusiannya juga jelas. “Selama ini kan digabung distribusi gula rafinasi dan gula kristal,” katanya.

Berdasarkan SK Menperindag NO 527/MPT/KET/9/2004, gula rafinasi hanya diperuntukkan untuk industri dan tidak diperuntukkan bagi konsumsi langsung karena harus melalui proses terlebih dahulu.

Gula ini mengandung banyak bahan fermentasi sehingga menyebabkan masalah kesehatan.

Jika  mengonsumsi gula ini, tubuh akan membutuhkan vitamin B kompleks, kalsium, dan magnesium untuk mencerna gula ini, karena tingkat kemurniannya yang sangat tinggi.Hal ini menyebabkan secara mendadak tubuh Anda ‘mencuri’ ketersediaan vitamin B kompleks dari sistem saraf, mengambil kalsium dan magnesium dari tulang dan gigi yang dapat menyebabkan osteoporosis atau masalah kesehatan lainnya.Anda akan mengalami pengeroposan tulang jika Anda mengonsumsi gula rafinasi secara terus menerus.

Selain itu, bahaya lainnya adalah dapat meningkatkan risiko diabetes yang sangat tinggi karena gula ini mudah sekali terpecah menjadi glukosa dan menyebabkan terjadinya hiperglikemia (suatu keadaan gula terlalu tinggi dalam darah) atau juga Anda akan mengalami hipoglikemia (suatu keadaan rendahnya gula darah), karena tubuh melepas insulin secara berlebihan.

Previous Pancasila merupakan perekat ideologi bangsa
Next Jusuf Kalla Kembali Lagi Kena Difitnah

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *