Hadapi May Day, Kepolisian Siagakan Pasukan Dan Buat Rekayasa Lalin


Jakarta – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya mengerahkan 488 personel untuk pengamanan arus lalu lintas Hari Buruh Internasional (May Day). Selain itu, Polisi juga menyiapkan skema pengalihan arus lalu lintas.

“Ditlantas mempersiapkan pengaturan dan rekayasa lalu lintas untuk menciptakan keselamatan, ketertiban, kelancaran lalu lintas,” ujar Kasubdit Pembinaan dan Penegakan Hukum (Gakkum) Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto dalam keterangannya, Sabtu (29/4).

Pengaturan akan dimulai dari kedatangan para buruh dari wilayah Bekasi, Karawang, Bogor, Sukabumi, Tangerang dan Banten. Kantong-kantong parkir juga disiapkan.

Massa yang datang dari Bekasi akan melintas melalui jalan tol arah Cempaka Putih-Letjen Suprapto-Senen-Pejambon dan lokasi unjuk rasa. Sedangkan massa dari arah Tangerang/Banteng akan melintas melalui Tomang-Jl Biak-Harmoni-Juanda-Pasar Baru-Lapangan Banteng.

“Massa yang datang dari Bogor, Sukabumi diarahkan Tegal Parang-Kuningan- Rasuna Said-Menteng-Tugu Tani-Merdeka Timur-obyek,” sebut Budiyanto.

Lahan-lahan parkir yang disiapkan untuk kendaraan pengangkut buruh yakni Gelora Bung Karno, Lapangan Banteng, Masjid Istiqlal, IRTI dan PRJ Kemayoran.

“Pengaturan dan rekayasa lalu lintas akan diberlakukan pada akses-askes jalan yang menuju ke obyek-obyek yang akan menjadi obyek penyampaian pendapat di muka umum,” sambung Budiyanto.

Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri meminta kepada buruh untuk mengisi peringatan Hari Buruh Internasional yang jatuh tiap 1 Mei atau May Day, dengan penuh kegembiraan, dengan mengisinya dengan berbagai kegiatan positif dan rekreatif.

“Isilah dengan penuh kegembiraan. Karena may day is holiday,” kata Menteri Hanif, Kamis, 27 April 2017.

Dia mengapresiasi fenomena mengisi liburan Hari Buruh di beberapa kota yang diisi dengan aneka kegiatan positif seperti jalan sehat, turnamen olah raga, pentas music, pengajian, bakti social, pemeriksaan kesehatan gratis untuk buruh serta kegiatan rekreasi.

Dia menjelaskan jika ingin menyampaikan tuntutan dan aspirasi, kenapa harus pada 1 Mei yang sudah ditentukan sebagai hari libur nasional. Sementara di era keterbukaan seperti sekarang ini aspirasi bisa disampaikan setiap saat tanpa larangan, serta bisa disampaikan kapan saja.

Salah satunya adalah media social yang dapat mendukung untuk menyampaikan aspirasi dan tuntutan.

Diharapkan, May Day tahun ini dapat berjalan dengan aman dan penuh kegembiraan.

Previous Pemerintah memastikan pasokan daging sapi selama Ramadhan aman
Next Gerakan Radikal Dan Informasi Bohong Makin Marak, Harap Hati-Hati