Hasil Survei Indikator, 53% Tidak Percaya Dp 0% Dan 80% Tidak Setuju Politisasi Agama


Jakarta – Hasil survei yang dirilis Indikator Politik Indonesia, Sabtu (15/4), memperlihatkan sejumlah hal menarik tentang isu yang berkembang selama masa kampanye Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta.

Salah satu isu yang menarik, antara lain soal program kredit rumah dengan uang muka Rp 0 (nol rupiah) dari pasangan nomor urut 3, Anies Baswedan-Sandiaga Uno (Anies-Sandi) dan isu agama yang digunakan untuk menyerang pasangan nomor urut 2, Basuki Tjahaja Purnama-Haji Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot).

Dalam hasil survei tersebut menunjukkan sebanyak 72 persen responden tahu dan pernah mendengar program kredit rumah nol rupiah dari Anies-Sandi dan 28 persen responden menyatakan tidak tahu dan belum mendengar program tersebut.

Berdasarkan responden yang tahu dan pernah mendengar, sebanyak 53 persen responden mengaku tidak percaya program itu bisa direalisasikan, 35 persen percaya bisa dilaksanakan, serta 12 persen menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab.

Selain itu, terkait penggunaan isu agama, sebanyak 80 persen responden menyatakan tidak setuju isu agama digunakan untuk menyerang atau memenangkan pasangan calon yang bersaing dalam Pilgub DKI Jakarta.

Sementara, sisanya sebanyak 13 persen menyatakan tidak ada salahnya menggunakan isu agama untuk menyerang atau memenangkan pasangan calon tertentu, serta 6 persen responden menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab.

Ketika ditanya tentang pendapat bahwa Muslim berdosa jika memilih Ahok, sebanyak 56 persen responden menyatakan tidak setuju dengan pendapat itu, 36 persen sependapat, dan 9 persen menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab.

Sementara terkait isu penolakan menyalatkan jenazah pendukung Ahok, sebanyak 80 persen responden menyatakan tidak setuju, 16 persen setuju, dan 4 persen menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab.

Dalam hasil survei tersebut Anies-Sandi unggul tipis atas Ahok-Djarot. Sebanyak 48,2 persen memilih Anies-Sandi, sedangkan Ahok-Djarot mendapat dukungan dari  47,4 persen responden. Sedangkan, jumlah responden yang belum menentukan pilihan atau merahasiakan jawabannya sebanyak 4,4 persen.

Namun, dapat diketahui bahwa tren elektabilitas Anies-Sandi cinderung stagnan dan bahkan mengalami penurunan, sedangkan Ahok mengalami peningkatan yang cukup besar.
Survei dilakukan pada 12-14 April 2017 dengan mewawancarai 495 responden dari target 1.000 responden. Margin of error survei plus-minus 4,5 persen dengan tingkat kepercayaaan 95 persen.

Dengan margin of error survei sebesar 4,5 persen, dapat diketahui bahwa elektabilitas Ahok dapat meningkat sebesar 51,9 persen.

Hal itulah yang diperkirakan bahwa paslon no 2 tersebut dapat memenangkan pilgub kali ini ketimbang paslon 3.

Previous 3 Survei Buktikan Ahok Mempunyai Tren Yang Meningkat Sedangkan Anies Menurun
Next Ahok - Djarot diunggulkan 4 Lembaga Survey yang memiliki Kredibilitas baik

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *