Hasto: Kirab Kebangsaan Samosir dapat membumikan Pancasila


Samosir, BuletinInfo – Kirab kebangsaan sangat penting dalam menggelorakan patriotisme. Sebab, semangat kebangsaan menjadi fundamen persatuan Indonesia sebagaimana yang tercantum dalam sila ketiga Pancasila. Hal ini disampaikan Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto saat menghadiri kirab kebangsaan di Pangururan, Samosir, Sumatera Utara, Sabtu (23/9/2017).

Kirab kebangsaan dihadiri Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Ketua Umum DPP Taruna Merah Putih yang juga anggota DPR RI Maruarar Sirait, Bupati Samosir Rapidin Simbolon, Wakil Bupati Juang Sinaga, Ketua DPD Taruna Merah Putih Jawa Barat/ Anggota DPR RI Nico Siahaan, dan seniman Edo Kondologit yang juga adalah Ketua DPP Taruna Merah Putih Bidang Seni dan Budaya.

“Kirab kebangsaan digelar Taruna Merah Putih (TMP) di Samosir yang indah. Apalagi Samosir dikenal sebagai pusat kebudayaan. Untuk itu, DPP PDI Perjuangan memberikan apresiasi kepada TMP yang menggelorakan semangat cinta Tanah Air. Menggaungkan Pancasila dari Samosir,” ujar Hasto.

Dia menambahkan, kirab kebangsaan ini penting untuk menjaga Indonesia yang satu yang berkebudayaan.

“Kita berbeda tapi kita satu bangsa dan satu Tanah Air. Mari kita bumikan Pancasila dangan semangat gotong royong dan kebangsaan serta tidak membeda-bedakan warga negara. Kita adalah satu, apa pun agama, suku bangsa, dan status sosial,” papar Hasto.

Di hadapan lebih dari 13 ribu peserta kirab, Hasto menyampaikan salam hangat dari Megawati Soekarnoputri dan Presiden Jokowi.

Hasto dan Ketua Umum TMP Maruarar Sirait kemudian melepas peserta kirab dari Terminal Onan Rungu dan finish di tanah lapang Pangururan. Bersama peserta kirab yang datang dari berbagai kalangan, Hasto dan rombongan ikut berjalan kaki sepanjang 2 km.

Maruarar mengatakan kesenjangan antara miskin dan kaya memang masih ada. Namun, kerja bersama untuk menciptakan pemerataan dan menghilangkan kesenjangan sosial harus dilakukan.

(zik)
Previous Presiden Kembali Difitnah, Kali Ini Dengan Analisa 'Tidak Ngerti Bahasa Inggris'
Next Republik Indonesia Serahkan Instrumen Ratifikasi Konvensi Minamata ke PBB