Hati-Hati! Dana Desa Untuk Pembangunan Infrastruktur Desa Bukan Untuk Kantong Pribadi


Jakarta, BuletinInfo.com – Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla menaruh perhatian yang sangat besar terhadap pembangunan khususnya di desa dan daerah di seluruh wilayah Tanah Air.

Berbagai program yang ditetapkan dan dijalankan oleh Pemerintah untuk memajukan desa dan daerah pelosok sebagai amanah Undang-Undang untuk keadilan dan kemakmuran rakyat, antara lain dengan Program Dana Desa.

Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemerataan dan mendorong kualitas layanan di tingkat desa dan daerah.

Dalam tiga tahun ini, pemerintah telah lontarkan anggaran sebesar Rp 127 triliun untuk menjalankan program tersebut.

Tahun 2015 anggaran untuk dana desa adalah Rp 20 triliun, kemudian meningkat menjadi Rp 46,9 triliun pada tahun 2016 dan tahun 2017 mencapai Rp 60 triliun.

“Total, sekali lagi itu angka yang besar sekali. Rp 127 triliun itu angka yang besar sekali,” ujar Presiden Joko Widodo saat bersilaturahmi dengan Kepala Desa se-Banten pada Rabu (4/10) di Kampung Baru Pakojan, Embung Ranca Anis, Desa Muruy, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.

Dalam pelaksanaannya, setiap desa mendapatkan dana Rp300 juta pada tahun pertama, Rp600 juta pada tahun kedua, dan Rp800 juta pada tahun ketiga. Diharapkan dana tersebut mampu menggerakkan roda perekonomian di desa-desa.

“Usahakan agar dana itu berputar saja di desa, paling besar berputar di kecamatan atau paling terpaksa lagi berputar di kabupaten. Tidak boleh tertarik lagi ke kota, ke pusat, ke Jakarta. Uang ini kalau berputar terus dan setiap tahun kita tambah, pasti menyejahterakan insyaallah,” ungkap Presiden.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden berpesan kepada para kepala desa untuk menggunakan dana tersebut dengan sebaik-baiknya. Apalagi saat ini ada sekitar 900 desa yang bermasalah dari 74 ribu desa di seluruh Indonesia yang mendapatkan bantuan dana desa.

“Hati-hati kepala desanya ditangkap, saya tidak takut-takuti karena selewengkan dana desa. Saya titip hati-hati menggunakan dana ini,” tegas Presiden.

Disamping itu, Presiden juga meminta masyarakat ikut mengawasi jalannya program tersebut di desanya masing-masing. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah agar dana desa ini betul-betul memiliki manfaat bagi masyarakat yang ada di desa-desa.

Pemerintah telah memberikan kebebasan kepada masing-masing desa untuk menggunakan dana tersebut mulai dari membangun infrastruktur, jalan desa, embung, irigasi, hingga bendungan.

“Yang paling penting hanya satu, jangan sampai ada yang ngantongin untuk keperluan pribadi. Ini yang tidak boleh,” tegas Presiden.

Presiden menyatakan bahwa pemerintah akan terus berupaya mendorong kerja sama antara BUMN, swasta, pemerintah provinsi, pemerintah pusat, serta pemerintah kabupaten.

“Sehingga apa yang kita inginkan, sebuah desa yang sejahtera dan makmur itu betul-betul akan kita capai dalam waktu yang tidak terlalu lama,” ujar Presiden.

Turut hadir mendampingi Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo dalam acara tersebut adalah Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Gubernur Banten Wahidin Halim dan Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy.

 

Previous Pidato Presiden Jokowi dalam Hut TNI mengingatkan mengenai pesan Jenderal Sudirman tentang jati diri TNI yang masih sangat relevan sampai sekarang
Next Eggi Sudjana dilaporkan keBareskrim karena ujaran kebencian yang ingin memecahbelah umat beragama