Hati-hati dengan Cagub Jabar Sudrajat Karena memiliki catatan kontroversial, Bagaimana memimpin Jawa Barat?


Jakarta, BuletinInfo – Calon Gubernur Jawa Barat Yang diusung Partai gerindra yaitu Sudrajat menjadi sosok yang memiliki catatan hitam dimata warga Nahdiyin khususnya warga Nahdiyin Jawa Barat.

Sebagian warga NU menilai bahwa Sudrajat pernah “melawan” Gus Dur ketika masih menjabat sebagai Presiden.

Dimana pada tahun 1999, Presiden Abdurrahman Wahid mencopot Sudrajat dari Kapuspen TNI, dan digantikan oleh Marsekal Muda Graito Usodo. Dan, pergantian Kapuspen TNI ini bikin “marah” Sudrajat, lalu mengkritik Presiden Gus Dur mengenai pendapat Gus Dur tentang Presiden sebagai penguasa tertinggi AD, AL, AU, dan Kepolisian.

Tentu kritikan Sudrajat kepada Gus Dur ini bisa sebagai cacat politik kepada diri Sudrajat, dan kemungkinan warga NU tidak bakal memilih calon Gubernur Jabar dari Partai Gerindra. Meskipun Sudrajat dilahirkan di Sumedang, masih daerah Jawa Barat.

Selain itu, publik Jawa Barat mungkin akan menilai bahwa Sudrajat adalah purnawirawan TNI yang aneh. Karena sebelum bergabung dengan Partai Gerindra, ternyata Sudrajat pernah menjadi Ketua DPW ormas Nasdem Jawa Barat, ormas yang dimiliki Surya Paloh.

Pria kelahiran Sumedang, 4 Februari 1949 ini merupakan lulusan Akademi Militer pada 1971, ia seangkatan dengan Kiki Syahnarki dan Zacky Anwar Makarim. Sudrajat tak banyak dikenal, tapi semasa masih aktif ia punya banyak kontroversi. Ia pernah menjabat Kapuspen TNI pada 1999 kemudian dicopot Presiden Abdurrahman Wahid dan digantikan Marsekal Muda Graito Usodo.

Semasa menjabat Kapuspen, Sudrajat dikenal sebagai salah satu perwira yang menentang ide Pangdam Wirabuana Mayjen Agus Wirahadikusumah tentang pengurangan jumlah Komando Daerah Militer (Kodam) di Indonesia. Sudrajat menyebut usulan Agus dan otokritik lain merupakan bentuk pelanggaran kode etik. Ia juga diduga berseberangan dengan Panglima TNI kala itu Laksamana TNI Widodo AS yang merupakan Panglima TNI pertama yang bukan berasal dari Angkatan Darat.

Agus Wirahadikusuma, dikutip dari buku Gus Dur, Militer dan Politik, karya Malik Haramain (LKiS, 2004; hal 238), mengomentari pernyataan Sudrajat: “[…] Dia tidak memahami rambu-rambu profesionalitas tentara. Dalam tataran demokratis, tentara itu tidak bisa mengkritik dan menyalahkan Presidennya. Dan, dia hanya Kapuspen, kalau perlu diserahkan saja pada panglima melalui jalur semestinya, jangan lewat publik.”.

Trackrecord  Sudrajat tidak baik di mata warga Nahdiyin menjadi Pemimpin Jawa Barat, Oleh Sebab itu Masyarakat Jawa barat harus bisa memilih pemimpin yang terbaik, jangan samapai salah pilih.

(Aya)

Previous Ketua BEM UI Menjadi Budak PKS, Makanya Melakukan Tindakan Tidak Terpuji terhadap Presiden Jokowi
Next Lapangan tenis baru siap sambut Asian Games 2018, Ini tujuh dari 14 venue yang direnovasi