Hina Bendera Tauhid, Radar Sukabumi Minta Maaf


Radar Sukabumi dianggap melecehkan bendera Tauhid dan menjadi perbincangan masyarakat. Hal ini dikarenakan halaman depan surat kabar Radar Sukabumi memuat karikatur burung Garuda merobek bendera Tauhid. Foto itu menyebar dan banyak mendapat kritik.

Pihak. Radar Sukabumi sendiri dalam keterangannya, menyampaikan kalau karikatur itu menggambarkan pemerintah yang membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia.
Berikut keterangan permintaan maaf Radar Sukabumi yang dimuat, pada Rabu (10/5):

Permohonan Maaf dan Klarifikasi Grafis Radar Sukabumi

Kami atas nama pimpinan dan jajaran redaksi Harian Pagi Radar Sukabumi menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh umat muslim, atas polemik gambar grafis terbitan Selasa, 9 Mei 2017 dengan tajuk berjudul ‘Pemerintah Bubarkan HTI’.

Tidak ada maksud kami untuk membuat atau memperkeruh suasana. Penyajian grafis tersebut berawal dari keprihatinan kami terhadap kondisi Islam tanah air saat ini yang seperti di pecah belah. Mulai dari kasus Ahok, sertifikasi ulama dan terbaru rencana pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) oleh pemerintah yang terkesan tidak melalui prosedur yang sebenarnya.

Seperti yang disampaikan Pakar Hukum Tata Negara Yuzril Ihza Mahendra, pemerintah tidak begitu saja membubarkan ormas berbadan hukum dan berlingkup nasional. Kecuali lebih dahulu secara persuasif memberikan surat peringatan tiga kali.
Jika langkah persuasif tidak diindahkan oleh ormas yang bersangkutan, Pemerintah dapat mengajukan permohonan untuk membubarkan ormas tersebut ke pengadilan.

Berangkat dari kondisi itulah, kami berusaha menuangkan kekecewaan sikap pemerintah itu dalam bentuk grafis yang disajikan semata-mata menginterpretasikan data dan fakta tentang pembubaran HTI.  Ini semata-mata hanya menuangkan fakta dalam bentuk ilustrasi tidak ada maksud selain itu.
Pemerintah yang diwakili Menkopolhukam, Menkumham, Mendagri dan Kapolri yang dilambangkan dengan Burung Garuda. Kemudian, HTI yang dibubarkan dilambangkan dengan symbol bendera. Kenapa dicabik-cabik? karena mencerminkan pemerintah melakukan kekerasan dalam pembubaran HTI.

Namun harus diakui memang yang menjadi persoalan adalah gambar bendera yang dirobek. Itu hanya semata-mata penggambaran symbol dari HTI. Tapi kami sekali lagi tidak ada maksud untuk melecehkan atau menistakan agama. Dan harus diakui itu bagian dari kebablasan kami dalam berekspresi.

Sekali lagi kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya. Semoga klarifikasi di atas bisa memberikan pemahaman sekaligus pencerahaan kepada masyarakat bahwa tidak ada maksud apa-apa dari kami menyajikan grafis tersebut. (*)
TTd

Manajemen Radar Sukabumi

Previous Walaupun HTI Menolak, Pemerintah Tetap Akan Bubarkan Karena Terbukti Anti Pancasila
Next Jelang Bulan Suci Ramadhan, Pemerintah Atasi Lonjakan Harga Bawang Putih