HTI Harus Merubah Konsep Khilafahnya Dan Disesuaikan Dengan Ideologi Pancasila


Banjarmasin – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Kalimantan Selatan Taufiq Sugiono mendesak  Hizbut Tahrir Indonesia  meluruskan konsep khilafah menyesuaikan ideologi Pancasila.

Dia mengatakan bahwa pembubaran tablig akbar Masarah Panji Rasulullah HTI Kalimantan Selatan di Taman Bekantan, Kota Banjarmasin pada Ahad lalu karena berpotensi memicu rusuh.

“Kalau dibiarkan pasti terjadi konflik, jadi kegiatannya jangan di ruang publik. Memang HTI perlu meluruskan ideologinya yang ingin membangun daulah khilafah, itu bersimpangan dengan Pancasila,” kata Taufiq Sugiono kepada wartawan di kantornya, Jumat (21/4).

Pancasila, menurutnya, sudah menjadi ideologi bangsa atas dasar kemajemukan di tengah masyarakat. Taufiq mempersilakan HTI menyampaikan aspirasi asalkan tidak kontras dengan hukum tertulis dan hukum tidak tertulis yang berkembang di masyarakat.

“Silakan berkegiatan sejauh tidak berdampak negatif di masyarakat,” kata bekas juru bicara Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan itu.

Selain itu, dia mengklaim pemikiran HTI sejatinya berpotensi menjurus ke aksi radikal. Karena itulah, dia meminta HTI Kalimantan Selatan tetap berpedoman Pancasila ketika menyebarkan dakwah keagamaan.

“HTI harus memilih untuk kepantasan bertindak sesuai Pancasila,” ucap Taufiq.

Dia mengatakan bahwa kerukunan umat beragama cukup kondusif di Kalimantan Selatan.

Karena itu, pihaknya terus menggencarkan kerukunan beragama di tengah pluralisme masyarakat.

“Agar umat beragama punya wawasan utuh dan kehidupan sosial tidak ada distorsi,” kata Taufiq Sugiono.

Sebelumnya, Kepolisian Resor Kota Banjarmasin membubarkan kegiatan HTI Kalimantan Selatan bertajuk Masarah Panji Rasulullah di Taman Bekantan, pada Minggu (16/4) pagi lalu. Polisi menghalau ratusan massa HTI yang sudah tiba di lokasi. HTI menggeser kegiatan Masarah Panji Rasulullah di Hotel Golden Tulip dan Hotel Royal Jelita.

Kepala Polresta Banjarmasin Komisaris Besar Anjar Wicaksana menolak agenda HTI digelar di pusat keramaian publik seperti Taman Bekantan. Pihaknya belum menerbitkan surat tanda terima pemberitahuan sebagai dasar izin menggelar tabligh akbar HTI.

“Pemberitahuan memang ada, tapi kami belum keluarkan izinnya. Apalagi ini kan hari Minggu, ada car free day untuk kegiatan umum masyarakat. Kami juga melarang konvoi,” ujar  Anjar.

Selama ini, penolakan terhadap HTI sudah terjadi di beberapa tempat di Indonesia. Hal itu dikarenakan HTI merupakan organisasi yang berusaha untuk merubah ideologi Pancasila dengan Khilafah.

Upaya tersebutlah yang membuat banyak masyarakat menolak kehadiran organisasi ini.

Previous Kepolisian Berhasil Menangkap Pelaku Hate Speech Di Sumut
Next Investasi AS Ke Indonesia Buktikan Menguatnya Hubungan Dua Negara