Identitas Bangsa dalam Sepotong Kue


Setiap bangsa dan negara memiliki tradisi dan budaya yang kuat. Begitu pula dengan tradisi kuliner mereka, termasuk dalam pembuatan kue. Penganan kecil ini pun dianggap menjadi ciri khas dan mewakili karakteristik bangsa yang bersangkutan. Jepang, misalnya, hingga melestarikan Kue Mochi, kue tradisional yang hadir setiap perayaan tradisional mochitsuki atau tahun baru Jepang. Kue Mochi juga dianggap sebagai kue persembahan bagi dewa di altar untuk mengundang arwah leluhur.

Sementara China memiliki Kue Bulan atau Moon Cake, yang kaya sejarah dan budaya. Moon Cake yang biasa dikonsumsi masyarakat China dalam perayaan Festival Bulan guna merayakan pertengahan musim gugur di Tahun Lunar, tak lagi dianggap sebagai penangkal penyakit aneh, melainkan sebagai bagian dari ungkapan rasa syukur dan sajian makanan yang melimpah.

Negara Eropa seperti Wina pun melestarikan penganan tradisional mereka, Sacher Torte. Kue manis khas penduduk setempat ini dikenal sebagai kue paling lezat di dunia. Sacher Torte yang berarti ”Tart-nya si Sacher” adalah hasil temuan koki muda, Franz Sacher. Rasa manis coklat dan selai aprikot menambah aroma kue ini makin menggoda selera.

Sacher Torte bukan sekadar sebuah kisah maupun resep pembuatan kue cokelat. Namun, ia juga sebuah kisah perjuangan mempertahankan tradisi dan keberhasilan mengubah usia tua menjadi keunggulan dan kematangan. Setiap masa selalu muncul pihak-pihak yang mengaku sebagai pemilik resep Sacher Torte yang asli. Namun, keluarga Sacher tetap diakui sebagai generasi penerus kue ini hingga sekarang.
Masyarakat Rusia memiliki Kulich, kue tradisional yang berisikan buah almon dan kismis, lalu disajikan sebagaimana roti. Aroma minuman rum dan kunyit begitu terasa, dengan lumuran gula putih sebagai dekorasi. Di satu sisi, daya tarik sepotong kembang gula dengan pajangan huruf XB menggambarkan huruf Cyrillic yang berarti ”Kenaikan Yesus Kristus”. Sering kali kue ini menjadi hidangan di gereja dan ditata di atas meja panjang agar diberkati pendeta.

Lain halnya dengan masyarakat Amerika yang melestarikan Pound cake. Kue yang terbuat dari gandum, mentega, telor, dan gula ini begitu populer di Amerika Selatan dan biasanya menjadi camilan saat piknik. Terkadang kue ini diisi lebih banyak oleh mentega agar menghadirkan kekayaan rasa sebagaimana makanan di Amerika Selatan lainnya.

Kue-kue ini tidak hanya menjadi penganan sehari-hari, tapi juga selalu hadir dalam setiap perayaan maupun pesta adat. Rasa yang khas, bentuknya yang bervariasi, serta penyajiannya yang unik telah menjadi kebanggaan sekaligus identitas sebuah bangsa.

Previous Demo Warga Papua Tuntut Bubarkan KNPB
Next Mau Lebih Sehat? Bercintalah di Pagi Hari...