Indikator Politik Indonesia: 90 Persen Warga Papua Merasa Puas Dengan Kinerja Jokowi


Peneliti Indikator Politik Indonesia, Hendro Prasetyo mengatakan mayoritas warga Papua puas dengan program dan kinerja pemerintahan Joko Widodo serta pemerintah daerah.

Hal itu menurutnya berdasarkan hasil survei Indikator Politik Indonesia di Papua pada 23 Maret-2 April 2017.

“(Berdasarkan hasil survei) mayoritas warga puas,” ujar Hendro, melalui pernyataan tertulis, Jumat (5/5).

Dia mengatakan bahwa dalam survei tersebut kepuasan warga Papua terhadap kinerja pemerintahan Presiden Jokowi mencapai 90 persen.

Menurutnya warga Papua puas dengan program-program yang digulirkan pemerintahan Joko Widodo di Tanah Papua. Misalnya program bahan bakar minyak (BBM) satu harga, tol laut dan tol udara.

“Mayoritas menilai positif, 62 persen merasa puas dengan pelaksanaannya sejauh ini. Dan positif program ini dapat menekan harga di Papua,” kata Hendro.

Selain itu, Indikator Politik juga mengukur penilaian warga terhadap pemerintahan daerah yang kini dipimpin Lukas Enembe. Berdasarkan hasil survei tersebut, 71 persen warga menyatakan cukup puas dengan kepemimpinan Lukas.

Dia menjelaskan, warga memang masih menyoroti kinerja pemerintah daerah atas sejumlah isu mendasar, di antaranya seperti ketersediaan air bersih, minimnya jaringan listrik hingga biaya berobat yang dinilai masih kurang.

Berdasarkan survei Indikator, warga Papua juga menyoroti masalah ketertiban dan keamanan di daerah mereka.

“Namun, secara umum, publik menilai kondisi ekonomi Provinsi Papua dalam setahun terakhir membaik,” ujar Hendro.

Kemudian Indikator Politik bertanya kepada warga yang menjadi responden soal pemilihan kepala daerah yang akan digelar pada 2018.

Berdasarkan hasil survei tersebut, Lukas Enembe memeroleh dukungan 29,2 persen, disusul John Wempi Wetipo (3,8 persen), Ones Pahabol (2,7 persen), Habel Melkias Suwae (1,8 persen), Wellington Lod Wenda (1,8 persen) dan Paulus Waterpauw (1,5 persen).

Survei Indikator Politik Indonesia tersebut melibatkan 710 warga Papua sebagai responden.

Sedangkan, metode yang digunakan multistage random sampling dengan tingkat kesalahan atau margin of error mencapai kurang lebih 3,8 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Previous Presiden Jokowi: Apa yang telah dilakukan KPK dalam pemberantaan korupsi ditujukan untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih, berintegritas, dan bebas korupsi
Next Paham Khilafah Adalah Bukti Bahwa HTI Anti Pancasila

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *