Indonesia Afsel Tandatangani 3 Kerjasama Bilateral


Presiden Joko Widodo memaparkan sejumlah pencapaian dan rencana program kerja saat wawancara khusus dengan LKBN Antara jelang Peringatan Hari Kemerdekaan ke-70 Republik Indonesia di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Rabu (12/8). Presiden juga memaparkan sejumlah permasalahan antara lain bidang ekonomi, sosial, politik, pembangunan, pendidikan, daerah perbatasan hingga kemaritiman. ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma/Spt/15

Jakarta — Setelah menjalin kerja sama dengan Sri Lanka, Pemerintah Indonesia kembali melakukan perjanjian kerja sama dengan Pemerintah Afrika Selatan (Afsel). Pada Rabu (8/3), disaksikan Presiden Afsel Jacob Zuma, penandatanganan nota kesepahaman dilakukan di kompleks Istana Negara.

Pada kesempatan itu, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa kerja sama antara Indonesia dan Afsel merupakan bentuk dari keseriusan Pemerintah Indonesia dalam membangun kedekatan dengan Afsel. Apalagi kedua negara termasuk dalam bagian dari G-20 dan sama-sama aktif dalam Kerja Sama Selatan-Selatan.

“Indonesia mengharapkan agar kemitraan Indonesia dan Afrika Selatan dalam gerakan Kerja Sama Selatan-Selatan, termasuk melalui kemitraan strategis baru Asia Afrika dapat lebih diintensifikasi,” kata Joko Widodo dala konferensi pers, Rabu (8/3).

Untuk menjalin kerja sama yang lebih strategis, terdapat tiga perjanjian yang diusung kedua belah pihak. Pertama, perjanjian di bidang pembebasan visa bagi pemegang paspor diplomatik dan dinas. Kemudian mengenai pelatihan dan pendidikan diplomatik antarnegara, dan terakhir tentang rencana aksi kemitraan strategis Indonesia-Afrika Selatan 2017-2021.

Selain itu, Presiden Jokowi juga menambahkan bahwa dalam bidang perdagangan kedua pihak sepakat membahas penurunan hambatan tarif dan nontarif bagi produk dan komoditas unggulan. Kerja sama ini juga bisa ditingkatkan ke tingkat lebih tinggi yakni melalui Southern African Custom Union (SACU).

Jokowi juga berjanji bahwa dua bulan kedepan, Indonesia akan mengirimkan perwakilan baik setingkat menteri, maupun pelaku usaha untuk melihat potensi perdagangan yang bisa dikembangkan. Dan sebagai tindak lanjutkan KTT IORA, Pemerintah Indonesia akan melakukan dialog maritim Indonesia-Afrika di masa depan. Selain itu, Indonesia akan mengundang Afrika Selatan untuk berpartisipasi dalam Indonesia Afrika Maritime dialog.

Previous Polisi akan periksa Cawagub nomor urut 3 Sandiaga Uno terkait Kasus Pencemaran nama Baik
Next Kompas.com menjadi korban Hoax terkait Foto Pramugari Inggris yang diklaim sebagai Putri Saudi