Indonesia-Bahrain sepakat atasi Terorisme bersama masyarakat Internasional


Jakarta, BuletinInfo – DPR RI dan Parlemen Bahrain menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk saling meningkatkan kerja sama di berbagai bidang. Salah satunya dalam memerangi masalah tindak pidana terorisme dan menolak intervensi asing.

“Kita sepakat untuk menolak terorisme dan intervensi asing dalam urusan dalam negeri,” ujar Ketua Parlemen Bahrain Ahmed bin Ibrahim Rashed Almulla usai bertemu Ketua DPR Setya Novanto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (30/3).

Dia mengatakan, Bahrain mengghadapi persoalan terorisme seperti di Indonesia. Begitupula dengan intervensi asing. “Oleh karena itu, kita harus dapat mengatasinya,” sebut Ahmed.

Ketua DPR Setya Novanto menambahkan,  Indonesia dan Bahrain, bersama masyarakat internasional lainnya, akan terus bekerjasama mengatasi terorisme. “Masalah terorisme dan gerakan kelompok radikal yang mengatasnamakan Islam, seperti ISIS, juga harus menjadi perhatian kita bersama,” imbuhnya.

Sesama negara muslim, Indonesia dan Bahrain, melalui forum-forum internasional, termasuk forum antarparlemen, katanya akan terus bekerja sama mempromosikan perdamaian di berbagai kawasan dunia, khususnya di Timur Tengah.

Tak hanya soal memerangi terorisme, parlemen Indonesia dan Bahrain juga sepakat meningkatkan kerja sama ekonomi bilateral bagi kemajuan kedua. Termasuk peningkatan kerja sama investasi di bidang energi.

Mereka juga sepakat untuk bekerja sama di bidang perbankan. “Diharapkan juga ada kerjasama di bidang asuransi dan lainnya,” tutur legislator dapil NTT itu.

Sementara pria yang akrab disapa Setnov itu mengatakan, Bahrain merupakan negara sahabat di kawasan Teluk. Sejak dibukanya hubungan diplomatik Indonesia-Bahrain pada 1976, hubungan bilateral kedua negara terus berjalan baik.

“Saya mencatat, pada tahun 2000, saat kunjungan Presiden RI ke-4, Bapak Abdurrahman Wahid ke Bahrain, kedua negara telah mencapai kesepakatan untuk meningkatkan kerja sama di berbagai bidang,” pungkasnya.

Previous Kementerian ESDM Akan Turunkan Sejumlah Ahli Untuk Kaji Persoalan Semen Rembang
Next 'Semen Rembang Milik Indonesia', Pemerintah melalui Kementerian ESDM bentuk Tim Pengkaji.

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *