Indonesia Berhasil Menggaet Potensi Investasi Malaysia Senilai Rp. 120 triliun


Jakarta, BuletinInfo – Melalui Indonesia – Malaysia Bussines Matching yang digelar di Gran Melia Hotel Jakarta, Selasa (23/5), Indonesia berpotensi menggaet dan mengoptimalkan investasi Malaysia khususnya proyek listrik dan pabrik semen serta peluang proyek infrastruktur dan properti yang ditawarkan oleh Perusahaan BUMN di Indonesia.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo mengungkapkan terdapat potensi investasi Rp 120 triliun dari Malaysia yang sedang digencarkan pemerintah.

Menurut Eko, awal potensi investasi dari Negeri Jiran tersebut hanya sekitar Rp 65 triliun. Namun setelah dilakukan pertemuan dengan pengusaha asal Malaysia, terjadi peningkatan hingga Rp 120 triliun untuk sektor listrik, jalan tol, properti, perkebunan, dan lain-lainnya

Dalam Business Matching Indonesia-Malaysia ini, Menteri Eko memfasilitasi pertemuan bisnis sebagai tindak lanjut dari hasil pertemuan dengan pelaku bisnis Malaysia. Lebih dari 20 perusahaan Malaysia dari sektor listrik, infrastruktur, toll road dan properti, serta 40 perusahaan, termasuk BUMN (PT PP, PT Wika, PT Jasa Marga, PT Bukit Asam, ITDC, Semen Baturaja, Semen Padang), dan perusahaan swasta Indonesia, seperti Rajawali, Minamas, Sinarmas, dan Blue Bird, akan menggali potensi investasi Malaysia sebesar Rp 61,1 triliun. Selain itu, peluang potensi investasi Malaysia dengan proyek-proyek yang ditawarkan BUMN dari Indonesia sebesar Rp 65, 6 triliun.

Pertemuan pelaku bisnis secara one-on-one meeting dilanjutkan dengan pertemuan Indonesia-Malaysia Business Networking yang dihadiri Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri BUMN Rini Soemarno.

Menteri Eko memaparkan isu-isu terkini mengenai bagaimana meningkatkan iklim investasi, khususnya untuk investor Malaysia melalui reformasi kebijakan investasi dan perbaikan tata laksana penanaman modal dan industri yang ditawarkan. Kemudian, upaya deregulasi terhadap kemudahan berinvestasi yang dilakukan Pemerintah Indonesia dengan tujuan membantu meningkatkan iklim investasi Malaysia di Indonesia.

Selain itu, Ia juga memastikan akan terus membantu mencari peluang investasi, khususnya dari Malaysia. Upaya tersebut juga bekerja sama dengan Duta Besar Indonesia di Malaysia, Rusdi Kirana. Tim akan terus mengidentifikasi dan mengatasi persoalan yang menghambat investasi di Indonesia sesuai dengan masukan dari pelaku bisnis di Malaysia dan Indonesia.

“Kalau ada kendala kami bantu fasilitasi, apalagi Indonesia sudah masuk investment grade,” ucap Eko.

Eko berharap pertemuan selanjutnya dapat lebih memunculkan inisiatif bisnis dan lebih mendorong kerja sama kedua negara.

“Komitmen dan upaya mendorong Investasi dari Malaysia ke Indonesia akan dilakukan secara berkesinambungan dengan meningkatkan komunikasi,” katanya

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan Asosiasi Indonesia-Malaysia akan terus mengawal kelancaran proses realisasi investasi berkoordinasi  dengan kementerian terkait. Komitmen dan upaya mendorong Investasi dari Malaysia ke Indonesia akan dilakukan secara berkesinambungan dengan meningkatkan komunikasi, termasuk peningkatan pertemuan bisnis yang pada akhirnya dapat meningkatkan realisasi PMA sampai dengan tahap produksi/operasi komersial.

Malaysia merupakan negara ke tujuh yang memiliki investasi terbesar di Indonesia atau negara ASEAN terbesar ke dua setelah Singapura. Pada periode Januari-Desember 2016, investasi Malaysia di Indonesia mencapai US$ 1,1 miliar.

Previous Pendirian Deputi Intelijen Cyber BIN diapresiasi DPR
Next Indonesia bersatu melawan terorisme #KutukBomKampungMelayu

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *