Indonesia Raih ‘Investment Grade’, Perekonomian Indonesia Semakin Dihargai Dunia


Jakarta, BuletinInfo – Lembaga jasa finansial asal Amerika Serikat, Standard & Poor’s (S&P) memberi peringkat kelayakan investasi atau investment grade untuk Republik Indonesia (RI) yang adalah peringkat tertinggi pertama yang diberikan S&P kepada Indonesia.

Peringkat Indonesia naik dari BB+ menjadi BBB-dengan outlook stable.

Presiden RI Joko Widodo menyatakan penilaian S&P adalah wujud dari kepercayaan pasar internasional kepada Indonesia. Tata kelola keuangan, aspek moneter, hingga kemudahan berbisnis di Indonesia telah membaik. Suasana ekonomi-politik ini harus terus dijaga

“Tentu saja ini kepercayaan yang besar yang diberikan oleh pasar, yang diberikan oleh internasional kepada negara kita, menunjukkan tata keleola keungan kita semakin baik, moneter kita semakin baik. Kemudahan berusaha juga terus kita perbaiki,” kata Presiden Jokowi di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (20/5).

Pencapaian kondisi investment grade ini menunjukan adanya kepercayaan yang besar dari dunia internasional kepada perekonomian Indonesia di tengah ketidakpastian perekonomian global.

“Dunia internasional melihat stabilitas politik dan keamanan kita semakin baik, masyarakat semakin dewasa dan matang dalam berpolitik,” tambahnya.

Apresiasi dari lembaga pemeringkat ini juga memiliki peran penting dalam meningkatkan potensi investasi di Indonesia. “Dengan kepercayaan itu, yang pertama akan membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya karena arus uang, arus investasi akan masuk ke negara kita,” kata Presiden.

Hal ini diharapkan dapat menurunkan biaya utang pemerintah sehingga lebih efisien dan memberikan ruang fiskal yang lebih besar. Selain itu biaya bunga akan lebih murah. “Sehingga juga meringankan biaya bunga yang ada di APBN kita,” ucap Presiden.

Oleh karenanya, Presiden meyakini kondisi seperti ini harus dapat menambah optimisme kita terhadap pertumbuhan ekonomi. Presiden pun mengajak seluruh elemen bangsa untuk mengerjakan hal-hal yang produktif dan positif.

“Stop, sudah hentikan sekarang saling menjelekkan, saling menghujat, saling memfitnah, hentikan. Kita harus ke era yang produktif, ke era yang lebih optimis,” tuturnya.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai naiknya peringkat dari lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor’s (S&P) akan membuat persepsi pasar terhadap investasi di Indonesia lebih positif.

Penilaian positif terhadap perekonomian Indonesia terutama disebabkan pengelolaan anggaran yang dianggap baik. Di tengah keinginan pemerintah untuk membangun infrastruktur, pemerintah dinilai positif ketika akhir tahun lalu berani memotong anggaran.

S&P juga memproyeksikan perbaikan penerimaan negara sebagai dampak lanjutan dari perolehan data program tax amnesty serta pengelolaan pengeluaran fiskal yang lebih terkendali.

Peningkatan ini juga karena berkurangnya risiko fiskal seiring kebijakan anggaran yang lebih realistis sehingga membatasi kemungkinan pemburukan defisit secara signifikan. Langkah ini juga dapat mengurangi risiko peningkatan rasio utang pemerintah terhadap PDB dan beban pembayaran bunga.

Selain itu, Indonesia dinilai telah menunjukkan perumusan kebijakan yang efektif untuk mendukung keuangan pemerintah yang berkesinambungan dan pertumbuhan ekonomi yang berimbang.

“Ini diharapkan bisa memicu keputusan investasi oleh investor dalam negeri, baik melalui pasar modal, pendanaan perbankan, maupun pendanaan korporasi,” kata Sri Mulyani.

Dengan keyakinan yang positif dari investor tersebut, menurut Sri Mulyani, perusahaan-perusahaan domestik akan memutuskan untik meningkatkan investasinya di Indonesia. “Asing juga sama. Kami akan terus memperbaiki, termasuk meningkatkan ease of doing business sehingga arus modal dari luar negeri meningkat,” ujarnya

Sri Mulyani menuturkan, ekonomi suatu negara dianggap memiliki prospek yang bagus apabila masyarakatnya makmur. Karena itu, untuk mencapai tujuan tersebut, pemerintah akan terus menciptakan kepercayaan terhadap Indonesia. “Kemiskinan menurun, kesempatan kerja meningkat, APBN kredibel, ini penting.”

Previous Polda Kalbar Memastikan Keadaan Pontianak Kondusif
Next NU dan Muhammadiyah Sepakat Dukung Pembubaran HTI

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *