Indonesia Tidak Impor Beras Lagi, Pujian FAO atas Keberhasilan Swasembada Beras.


Jakarta, BuletinInfo – Menteri Pertanian RI, Amran Sulaiman menyatakan, sepanjang 2016, Indonesia tidka melakukan impor beras, termasuk beras premium.

Prestasi besar yang pernah dicapai tahun 1984 silam, dimana Indonesia pernah diakui FAO mencapai Swasembada Beras, kini tercapai lagi.

Asisten Direktur Jendral FAO untuk Asia dan Pasifik Kundhavi Kadiresan beberapa waktu lalu mengadakan pertemuan dengan Menteri Amran untuk saling bertukar pandang guna meningkatkan kerjasama FAO dan Pemerintah Indonesia.

Kundhavi Karesan juga pada saat itu menyampaikan pujian FAO atas upaya-upaya pemerintah Indonesia dalam mewujudkan Swasembada Beras dimana langkah selanjutnya adalah membangun sektor pertania yang berdaya saing dan mendorong diversifikasi pertanian untuk meningkatkan kehidupan petani dan memperbaiki gizi seluruh rakyat Indonesia.

Badan khusus PBB, FAO bekerjasama dengan Kementerian Pertanian RI mendorong penerapan pendekatan ekosistem untuk membangun sektor Pertanian yang lebih produktif, tangguh, dan sehat seperti kawasan pengembagnan sistem mina-padi, penendalian hama terpadu dengan pendekatan lansekap pada tanaman padi, dan pertaniankonservasi untuk peningkatan produksi jagung.

Selain itu, FAO telah bekerjasama untuk menangani flu burung, rabies dan ancaman pandemik lain dengan dukungan USAID dan lembaga-lembaga lain.

Kedua belah pihak telah bersepakat untuk memperkuat kerjasama dengan mengefektifkan pendekatan-pendekatan ekosistem pada sektor pertania Indonesia dan menggiatkan petani serta mendorong pengembangan pasar yang lebih efisien untuk berbagai produk pertanian.

Kementan menyatakan bahwa produksi komoditas pangan utama yakni beras pada awal 2017 menunjukan perkembangan yang lebih baik dari tahun sebelumnya.

Pada 2017, Kementerian Pertanian RI menargetkan luas panen padi seluas 16 juta  ha, dengan produktivitas 53,46 kuintal perhektar dan target produksi 85,5 juta ton gabah kering giling (GKG).

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan “Target produksi padi  2017 lebih tingi dari 2016 yang mencapai 79,14 juta ton atau meningkat 4,97% dari tahun sebelumnya yaitu tahun 2015 yang mencapai 75,39 juta ton,”

Menurut Amran, produksi padi 2016 setara dengan beras 44,3 juta ton dan bila dihitung kebutuhan konsumsi beras mencapai 33,3 juta ton, maka neraca beras mengalami surplus sebesar 11 juta ton.

Indonesia bersiap ekspor beras, mengingat saat ini sudah bisa swasembada, surplus dan bahkan tidak impor lagi dengan produksi dan target  tersebut.

Beberapa waktu lalu,  Amran menjelaskan bahwa ekspor sedang penjajakan dimana negara tujuannya sudah ada. Sebelumya Indonesia sudah mengekspor  beras organik ke lima negara, salah satunya adalah Belgia.

Dengan ekspor, kata Menteri Pertanian, maka Indonesia akan semakin dikenal dan bahkan diharapkan bisa menjadi lumbung pangan dunia. (27/3) –RN

Previous Jangan sampai ada kesalahpahaman masyarakat terkait cara pemberian Jokowi di Sumut
Next Percuma ikut aksi 313 yang dibungkus dengan kemasan aksi bela Islam, padahal Nyata-nyata terkait Pilgub DKI 2017