Inilah Tanah Yang Diduga Dilakukan Penggelapan Oleh Sandiaga


Nama Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno terseret dalam kasus dugaan penggelapan lahan di Jalan Raya Curug, Kabupaten Tangerang.

Sandiaga telah dilaporkan oleh Fransiska Kumalawati Susilo, kuasa hukum Ketua Dewan Direksi Ortus Holdings, Edward Soeryadjaya ke Polda Metro Jaya pada Senin (13/3).

Pihak Kompas.com mencoba menelusuri lahan seluas 3.115 meter persegi dengan berbekal informasi minim. Hal itu membuat pencarian lahan tersebut menjadi cukup sulit. Berdasarkan informasi, lahan tersebut berada di Jalan Raya Curug KM 3.500 atau 3,5.

Bahkan pihak Kecamatan Curug tak mengetahui saat dikonfirmasi lahan yang tengah kisruh di kepolisian.

Namun, pencarian pun dilakukan hingga berhenti pada sebuah bangunan dengan pagar dominan berwarna hijau.

Berdasarkan penyelidikan, tak ada plang atau informasi apa pun di depan bangunan dengan gerbang berwarna abu-abu tersebut. Namun, bangunan itu masuk dalam KM 3.

Kebenaran gedung tersebut juga sudah dikonfirmasikan kepada Fransiska dengan cara mengirim foto bangunan tersebut.

“Iya betul,” kata Fransiska mengonfirmasi bangunan tersebut sebagai lahan yang tengah diperkarakan di kepolisian.

Menurut hasil pantauan di lokasi, bangunan itu tertutup rapat pagar dan gerbang. Tak ada celah sedikit pun untuk bisa melihat bagian dalam. Jika dilihat dari luar hanya bisa dilihat bagian atas bangunan.

Lebih lanjut, di lokasi juga tidak ada orang yang menjaga. Selain itu, Pos satpam juga nampak kosong. Bagian dalam hanya ada kasur lipat, meja dan kipas. Tak ada satu orang pun yang menyahut saat gerbang diketuk.

Menurut informasi dari Jaja tukang ojek yang mangkal di seberang lahan tersebut, hanya ada dua orang yang menjaga bangunan tersebut. Akan tetapi, dua penjaga itu tak ada bila siang hari.

“Waktu kerjanya satpamnya juga enggak tentu,” ujar Jaja.

Dia juga menambahkan tak ada aktivitas dalam bangunan tersebut selain bongkar muat barang. Namun waktu kedatangan truk kontainer untuk bongkar muat itu pun juga tak menentu.

“Jadi tak ada aktivitas lain selain bongkar muat itu,” kata Jaja.

Previous Sandiaga Tidak Hanya Lakukan Penggelapan, Namun Juga Lakukan Pemalsuan Tanda Tangan
Next Boni Hargens: Radikalisme Adalah Musuh Bersama