Investor Australia Makin Percaya Pemerintah Indonesia


Sydney, BuletinInfo –Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengucapkan terima kasih kepada para Chief Executive Office (CEO) yang menyempatkan untuk hadir saat akhir pekan saat pertemuan bisnis dalam rangka kunjungan kerja ke Sydney, Australia, Sabtu (25/2).

“Saya tidak tahu bagaimana di Australia, tapi di Indonesia, kadang-kadang kita bekerja saat akhir pekan. Malah bukan kadang-kadang, tapi selalu,” ujar Jokowi sambil tertawa.

Lebih lanjut, Presiden menyampaikan bahwa saat ini Indonesia sedang mengalami kondisi terbaik dalam dunia investasi karena meningkatnya kepercayaan publik terhadap pemerintah. Beberapa lembaga rating, tambah Presiden, seperti Fitch, Edelman, dan Moody’s menyebutkan naiknya indeks kepercayaan investor untuk berinvestasi di Indonesia.

“Moody’s dan Fitch dua bulan lalu merilis indeks yang menunjukkan bahwa kepercayaan investor terhadap pemerintah Indonesia naik dari stabil ke nilai yang positif,” papar Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada acara pertemuan bisnis yang diselenggarakan di Shangri-La Hotel, Sydney.

Awal bulan ini, lanjut Jokowi, lembaga rating Edelman merilis indeks tahunan mereka yang menyebutkan kepercayaan publik terhadap pemerintah Indonesia melonjak 13 poin menjadi 74.

Hadir dalam kesempatan itu Menlu Retno Marsudi, Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong, Seskab, Mendag Enggartiasto Lukita, Dubes RI untuk Australia Nadjib Riphat Kesoema, Kepala Bekraf Triawan Munaf.

Selain itu hadir KJRI Sydney Yayan GH Mulyanar, KJRI Melbourne Dewi Savitri Wahab, KJRI Perth Ade Padmo. Juga hadir Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Roslani.

Sementara dari pihak Australia hadir Dubes Australia untuk Indonesia Paul Grigson. Hadir juga sejumlah CEO perusahaan Australia antara lain CEO Austrade Stephanie Fahey, Chairman EMR Capital Owen Hegarty.

Selain itu Senior Vice President Wyndham Vacation Resort Asia Pacific Gary crocker, CEO/founder Marina Industrial Development Pty Ltd, President Director NS Bluescope Indonesia Simon Linge.

Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo mendarat di Bandara Kingsford-Smith Sydney Airport, Sabtu pukul 06.57 Waktu Setempat (WS) atau pukul 02.57 WIB setelah menempuh penerbangan selama hampir enam jam dari Denpasar Bali.

Selain mengadakan pertemuan dengan para CEO perusahaan Australia, Presiden Jokowi menerima kunjungan kehormatan Premier of New South Wales-Gladys Berejiklian.

Kedua pertemuan ini dilaksanakan di ruangan pertemuan hotel dimana Presiden menginap selama berada di Sydney yaitu di Hotel Shangrilla.

Malam harinya, Presiden dan Ibu Iriana dijamu -private dinner- oleh Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull beserta Ibu Lucy Turnbull di kediaman pribadi PM Turnbull.

Peningkatan hubungan kedua negara sebagai tetangga menjadi agenda utama Presiden Jokowi dalam kunjungan kenegaraannya ke Australia pada tanggal 25-26 Februari 2017.

Selfie dengan PM Turnbull
Presiden Joko Widodo (Jokowi) terlihat akrab dengan Perdana Menteri Australia (PM) Malcolm Turnbull. Hal itu ditunjukkan Jokowi dengan mengunggah foto selfienya melalui akun Facebook resminya.

Dilihat di Facebook resmi Presiden Joko Widodo, foto selfie itu diunggah pukul 18.16 WIB. Dalam foto itu Turnbull yang didampingi istrinya Lucy Turnbull dan Jokowi beserta Iriana Joko Widodo berselfie dengan latar laut dan pegunungan.

“Kunjungan yang singkat nan berkesan. Semoga kian mempererat tali persahabatan antara Indonesia dan Australia. Terima kasih Tuan Malcolm Turnbull dan Nyonya Lucy Turnbull atas sambutan hangat dan keramahan untuk kami. Terima kasih Australia,” tulis Jokowi dalam caption foto tersebut.

Hingga pukul 18.45 WIB postingan itu disukai oleh 12 ribuan pengikutnya di Facebook dan dishare sebanyak 215 kali. Ada beberapa komentar yang diberikan netizen terhadap postingan itu.

“Keren banget sih! Suka lihat santainya pertemuan mereka,” tulis Ida Bayuni dalam komentar itu.

Netizen lainnya Dewa Windhu Sancaya menulis, kunjungan Jokowi ke Negeri Kanguru ini dianggap sangat bermanfaat. “Walaupun singkat, tapi kunjungan Bapak Presiden telah memberikan manfaat bagi peningkatan hubungan bilateral yang lebih baik antarkedua negara sahabat, Indonesia dan Australia,” pujinya.

(ANT)

Previous BKPM Pastikan Investasi Tiongkok tahun 2016 peringkat ketiga, Arab Saudi peringkat 57
Next Penjelasan Kapolda Papua terkait dengan kerusuhan pilkada Papua di Intan Jaya