Isran Noor Terdepak oleh Mosi Tidak Percaya, Ketum PKPI Diganti Haris Sudarno


Isran Noor | Foto: Istimewa
Isran Noor | Foto: Istimewa

Jakarta – Mosi tidak percaya dari 27 Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) terhadap Ketua Dewan Pimpinan, Isran Noor, akhirnya berujung pada pemecatan Isran Noor dari jabatannya.

Pemecatan Isaran Noor diambil pada rapat pleno yang digelar di Sekretariat PKPI, Diponegoro 63, Jakarta (25/7/2016) dengan dihadiri pimpinan DPP PKPI se-Indonesia.

Dengan dilengserkannya Isran Noor, selanjutnya atas rekomendasi Dewan Pembina dan Kehormatan dan sesuai dengan ART pasal 23 dan pasal 25, DPN PKPI menunjuk Mayjen Purn Haris Sudarno sebagai Pjs Ketua Umum.

Mosi tidak percaya 27 DPP PKPI dilayangkan karena Isran Noor dinilai telah melanggar AD/ART partai, diantaranya penyalahgunaan wewenang dengan membekukan kepengurusan 3 DPP yaitu Sulsel, Sumut dan Papua Barat. Selain itu, 4 pengurus pusat juga dibekukan oleh Isran Noor diantaranya Sekjen Samuel Samson, Waketum Jimmy Jambak, Wasekjen Ali Husi dan Abraham Ophier.

Ketua Infokom DPN PKP Indonesia, Muthiah Alhasany dalam keterangannya menyebutkan, pemecatan pengurus yang dilakukan Isran Noor tanpa melalui mekanisme partai sebagaimana yang diatur dalam AD/ART. Tindakan tersebut dinilai membahayakan partai dan bentuk kesewenangan dan ketidakadilan serta dapat memecah belah partai.

Diketahui para pendiri dan sesepuh PKPI juga telah menyikapi mosi tidak percaya tersebut dan mendesak untuk ditindaklanjuti dengan mekanisme organisasi demi menyelamatkan partai. Desakan Isran Noor untuk mundur juga datang dari berbagai elemen partai lainnya seperti Koordinator Wilayah (Korwil) DPN PKPI, Generasi Muda (GM) PKPI dan Kader Perempuan PKPI .

“Keputusan rapat pleno sudah didaftarkan ke Kemenkumham pada 26 Juli 2016 oleh pengurus DPN dan pimpinan DPP untuk dapat pengesahan,” sebut Muthiah.

Sementara itu menyikapi gejolak internal di partainya, Isran Noor akhirnya menyatakan mengundurkan diri. Pengunduran diri Isran dilakukan di depan Ketua Dewan Penasehat Try Sutrisno pada hari Sabtu lalu (30/7/2016).
(CS)

Previous Di Cirebon Abu Tholut Akan Kupas Tuntas Faham Takfiri ISIS
Next Effendi Simbolon : Penuh Prestasi, Tak Ada Celah Ganti Sutiyoso