Jangan Biarkan Koruptor Jadi Pemimpin Daerah!! Gubernur Incumben Maluku Said Assagaf terlibat kasus korupsi perbankan


Jakarta, BuletinInfo- Said Assagaf terlibat korupsi pengadaan aset Bank Maluku senilai Rp. 54 Miliar  bersama mantan Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy  pada Tahun 2015 silam.

Sebagai  Gubernur Maluku dan Wali Kota Ambon pada saat itu, Said Assagaff  dan Richard Louhenapessy merupakan pemegang saham pengendali di PT Bank Maluku-Malut.

PT Bank Maluku melakukan pengadaan kantor cabang di wilayah surabaya dengan melakukan pembelian tanah dan bangunan dengan Nilai Rp 54 Milyar pada tahun 2014 silam.

Dalam proses pengadaannya, terdapat fakta bukti dokumen berupa surat keputusan RUPS tentang Persetujuan Pengadaan Lahan dan Gedung untuk Kantor Cabang Surabaya PT BPD Maluku dan Maluku Utara, yang di tandatangani oleh Said Assagaf selaku Pemegang Saham Pengendali dan Richard LouhenaPessy selaku wakil Pemegang saham.

Dalam kasus tersebut,  Direktur Utama Bank Maluku, Idris Rolobessy telah di vonis 10 tahun penjara.

Said Assagaf adalah Gubernur Petahana sedangkan Richard Louhenapessy mantan Walikota Ambon, perwakilan dari Partai Golkar.

Ir. H. Said Assagaff adalah Gubernur Maluku yang menjabat sejak 10 Maret 2014. Said pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur Maluku sejak 15 September 2008 hingga 15 September 2013, dan Sekretaris Daerah Provinsi Maluku hingga 2008.

Kasus tersebut harus segera diusut tuntas oleh pihak yang berwenang karena sudah merugikan negara miliaran rupiah.

 

Previous Waspadai Kader Demokrat Penyebar Fitnah, Ferdinand Hutahean dan Rifai Darus!!!
Next Arogansi Pejabat lampung aniaya petugas maskapai penerbangan, Pejabat koq ga punya etika