Jelang Bulan Suci Ramadhan, Pemerintah Atasi Lonjakan Harga Bawang Putih


Jakarta, BuletinInfo – Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan membuka kembali impor komoditas bawang putih untuk mengatasi lonjakan harga bawang putih yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia  sejak pekan lalu menjelang Bulan Suci  Ramadan ini.

Untuk meredam fluktuasi harga bawang putih, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita bersama dengan Ditjen Hortikultura Kementerian Pertanian (Kemtan), Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), perwakilan Bea Cukai dan pengusaha serta Asosiasi Pengusaha Bawang Putih Indonesia (APBPI) melakukan rapat koordinasi pengaturan Tata Niaga Bawang Putih. Dalam rapat disepakati bahwa harga bawang putih akan turun, atau paling mahal Rp 38.000 per kilogram (kg) jelang Ramadan ini

Sebanyak 2900 ton bawang putih dari Tiongkok dan India akan masuk pekan depan ke Indonesia. Kebijakan tata niaga impor ini dibuka tanpa pembatasan kuota.

Langkah yang dilakukan pemerintah dengan membuka keran impor ini, merupakan langkah baik dan strategis, untuk memastikan stok bahan pokok aman serta harga stabil.

Menurut Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita mengatakan pemerintah menyiapkan tata niaga impor komoditas bawang putih agar dilaksanakan lebih baik. Sebab selama importasi dilakukan tanpa terdata dengan baik.

“Sampai dengan saat ini importasi bawang putih itu tidak diatur. Maka kami sudah mengatur tata niaganya,” ujarnya.

Enggartiasto memastikan bahwa tata niaga importasi bawang putih, tidak akan menerapkan skema kuota per tahun, dikarenakan hal itu bisa membuka peluang adanya praktek jual beli kuota yang pada akhirnya bisa menyebabkan tingginya harga di pasar konsumen.

Menurutnya para pengusaha dan distributor bawang putih, telah memberikan komitmen atas pendataan, termasuk data stok yang ada, agar segera dilepas atau dijual dengan harga dasar yang telah disepakati.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Bawang Putih Indonesia (APBPI), Pieko Nyoto Setia mendukung program tata niaga bawang putih oleh pemerintah. Menurutnya, kebijakan ini menyentuh dua sisi yakni menyelesaikan keinginan atau program Kemtan untuk penanaman bawang putih intensif serta membentuk kemitraan dengan APBPI. “Dengan adanya kemitraan dengan asosiasi ini maka anggotanya bisa terkontrol, Kemdag pun bisa melacak, harga dan rencana yang diimpor sangat jelas,” kata dia. –RN

Previous Hina Bendera Tauhid, Radar Sukabumi Minta Maaf
Next Ahok Bukan Napi, Dia Tahanan Rutan

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *