Jelang Pilkada Jawa Barat di Cirebon isu SARA mulai di angkat, Masyarat harus berhati-hati…


Cirebon, BuletinInfo – Jelang Pilkada Gubernur Jawa Barat , suhu politik mulai terasa dengan sejumlah isu mulai dimainkan di beberapa wilayah. Di Cirebon mulai muncul dengan kedok bedah buku dan buka puasa bersama oleh ust. Bernard Abdul Jabbar namun acara yg disponsori Alumni 212 ini sangat berpotensi memprovokasi antar umat beragama yang mana terindikasi sebagai upaya prakondisi politisasi isu agama jelang pilgub Jabar.

Acara tersebut seakan – akan dibungkus dalam bentuk buka bersama dan pengajiaan terhadap aqidah, namun acara tersebut sangat berpotensi mengadu domba umat kristen dan islam melalui pernyataan isu -isu fitnah dan provokasi yang mana tanpa ada dasar fakta – fakta yang kuat terkait adanya Kristenisasi di Cirebon (propaganda hitam dgn isu Agama) – Hoax Fitnah Kristenisasi di Cirebon (pecah belah masyarakat cirebon)

Dari segi lokasi kegiatan pada flier disebutkan diadakan di area Masjid Al, Jamaah di Komplek Pertamina, dimana Pihak direksi Pertamina sendiri keberatan dgn diadakannya acara tesebut (menunggangi acara yang seakan – akan dibungkus kegiatan bukber dan sedekah anak yatim). Penyelenggara membohongi terkait dgn tema awal acara pengajian tersebut.

Masyarakat Jawa Barat dan khususnya Cirebon harus dapat memilah mana acara yang benar-benar untuk membawa ke hal yang positif atau acara yang memiliki agenda lain di baliknya karena memiliki kepentingan tertentu, apalagi acaranya memprovokasi dengan mengangkat isu SARA yang sangat sensitif.

Jangan sampai masyarakat terhasut ataupun terprovokasi oleh-acara-acara tersebut karena yang ada hanyalah merugikan diri sendiri dan lebih besar lagi dapat memecah belah bangsa dengan mengatas namakan agama.

(HA)

Previous Rizieq sulit dipulangkan ke Indonesia karena ada kekuatan politik yang mendukung Rizieq
Next Tokoh masyarakat, elemen kemahasiswaan, dan sejumlah perwakilan pemerintahan di Provinsi Jawa Timur berkomitmen untuk menolak paham radikalisme yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945