Jelang Pilkada Masyarakat Diminta Tidak Terjebak Dalam Isu SARA


JAKARTA – Perhimpunan Mahasiwa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) menghimbau agar tidak terjebak dalam isu SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan) dalam pesta demokrasi serentak yang akan berlangsung 15 Februari nanti.

“Kami menghimbau agar masyarakat tidak terjebak isu SARA yang memecah belah demokrasi,” kata Ketua PMKRI Jakarta Yohanes Paulus Ariyanto.
Hal itu disampaikan Yohanes dalam konferensi pers Forum Intelektual Muda Nusantara di Bakoel Coffe, Jakarta, Minggu (12/2).

Selain itu, dia juga meminta agar masyarakat lebih kritis lagi terhadap praktik politik yang tidak memiliki nilai edukatif.

Menurutnya dalam lima bulan terakhir ini dinamika isu SARA sangat kencang, terutama di dalam perbincangan mengenai Pilkada di media sosial.
“Yang terjadi rentan hoax,” kata Yohanes.
Sementara terkait fenomena hoax, Koordinator Forum Mahasiswa dan Aktivis Jakarta, Fernando Yohanes, meminta agar penyelanggara pemilu mengatur aturan penggunaan media sosial.

Dia juga meminta agar silaturahmi dilakukan oleh pasangan calon untuk menurunkan suhu politik yang memanas.
“Kita juga berharap pemuda tetap netral dan selalu berkomunikasi,” kata Fernando.
Sedangkan Wasekjen DPP KNPI Maulana Ihsanul Haq meminta KPU dan Bawaslu untuk menjalankan tugasnya sesuai konstitusi.
Ia menghimbau kepada pemuda memberikan atensi besar agar pilkada berjalan damai, aman dan tertib.
Hal yang sama dikatakan Ketua Umum GPII Karman, yang mengingatkan bahwa Pilkada serentak khususnya DKI Jakarta sebagai barometer sehingga harus diciptakan iklim sejuk.
“Masyarakat Indonesia harus insyaf, bahwa perbedaan pilihan adalah keniscayaan yang tidak bisa dielakkan dalam demokrasi. Namun perbedaan pilihab harus dipandang sebagai suatu potensi menghasilkan kepemimpinan yang meritokratif dan kompetisi yang jujur dan adil,” kata Karman.

Dia pun berharap agar Pilkada serentak terutama DKI Jakarta dapat berlangsung jujur dan adil dalam suasana kedamaian.
“Bagi yang sudah memiliki hak pilih agar menggunakan haknya untuk turut adil melahirkan pemimpin yang sesuai dengan kehendak masyarakat,” kata Karman.

Previous Organisasi Pemuda Keagamaan & Nasionalis Serukan Pemuda Gunakan Hak Pilih Pilkada DKI Jakarta
Next Masyarakat Dihimbau Ciptakan Pilkada Sejuk, Jangan Korbankan Persatuan Nasional